KLATEN — Bukan sekadar seremoni serah terima kendaraan. Koperasi Desa Merah Putih di Klaten langsung tancap gas memetakan potensi bisnis lokal yang bisa digarap. Dua unit kendaraan—satu mobil dan satu truk—yang baru diterima menjadi modal awal operasional. Fokus utama: pertanian, peternakan, dan merangkul usaha kecil menengah di pedesaan.
Langkah pertama koperasi ini adalah memetakan komoditas unggulan di masing-masing desa. Pertanian menjadi sektor yang paling siap digerakkan. Truk operasional direncanakan untuk mengangkut hasil panen langsung dari petani ke pasar, tanpa melalui rantai tengkulak yang selama ini memangkas margin petani.
“Kami ingin memotong rantai distribusi. Dengan truk ini, hasil bumi petani bisa sampai ke konsumen dengan harga yang lebih adil,” ujar salah satu pengurus koperasi di Klaten.
Selain pertanian, sektor peternakan juga masuk dalam peta bisnis yang akan dikembangkan. Koperasi akan memfasilitasi pengadaan pakan ternak dengan harga lebih murah melalui pembelian kolektif. Sementara itu, pelaku UKM di desa-desa akan didorong untuk menitipkan produknya—mulai dari kerajinan hingga makanan olahan—ke jaringan pemasaran koperasi.
Mobil operasional yang diterima akan difungsikan sebagai unit jemput bola. Tim koperasi akan keliling desa untuk mendata potensi UKM yang selama ini belum tersentuh akses pasar formal.
Program Koperasi Desa Merah Putih sebenarnya sudah bergulir sejak beberapa waktu lalu. Namun, pengurus koperasi di Klaten mengakui bahwa tanpa alat transportasi yang memadai, rencana pengembangan bisnis hanya tinggal wacana. Kini, setelah armada operasional tiba, peta jalan bisnis mulai bisa dieksekusi.
“Kami tidak mau buru-buru. Pemetaan potensi ini penting supaya langkah kami tepat sasaran,” tambah pengurus tersebut.
Ke depan, Koperasi Desa Merah Putih di Klaten menargetkan bisa menjadi pusat ekonomi desa yang tidak hanya melayani simpan pinjam, tetapi juga produksi, distribusi, dan pemasaran. Dengan dua unit kendaraan yang ada, mereka optimistis roda usaha desa bisa berputar lebih cepat.
Pemetaan potensi bisnis lokal ini dijadwalkan rampung dalam beberapa pekan ke depan. Hasilnya akan menjadi dasar pengajuan bantuan modal dan peralatan tambahan ke pemerintah daerah.