JEPARA — Temuan bermula saat dua pekerja PT Kanindo Makmur Jaya, Maslikan (34) dan Asmaudin (30), tengah membersihkan rumput liar di belakang area pabrik sekitar pukul 13.30 WIB. Keduanya curiga melihat sejumlah tanaman tebu roboh dan berserakan di lokasi.
“Karena penasaran, saksi ini kemudian mendekat dan melihat ada seorang laki-laki tergeletak di kebun tebu dalam kondisi telanjang,” ujar Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP M. Wildan Faizal Umar Rela, dalam laporan resmi yang diterima Indoraya.news, Kamis (14/5/2026).
Setelah memeriksa kondisi korban, kedua saksi memastikan Sudirno sudah tidak bergerak dan meninggal dunia. Peristiwa itu langsung dilaporkan ke petugas keamanan perusahaan sebelum diteruskan ke Polsek Mayong.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi mengevakuasi jasad korban ke Puskesmas Mayong 2 untuk pemeriksaan awal. “Hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan, tubuhnya sudah kaku dan diperkirakan sudah meninggal sekitar enam jam sebelum ditemukan,” ungkap AKP Wildan.
Polisi menduga korban meninggal dunia karena sakit. Dugaan ini diperkuat dengan keterangan keluarga yang menyebut Sudirno memiliki riwayat pikun dan kerap berjalan tanpa tujuan jelas.
Pihak keluarga yang telah mencari Sudirno selama hampir dua pekan akhirnya menerima kenyataan pahit ini. “Pihak keluarga sudah menerima dan tidak akan menuntut siapapun atas kematian korban. Keluarga juga menolak dilakukan autopsi,” kata Kasat Reskrim.
Usai pemeriksaan di puskesmas, jenazah Sudirno diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Polisi memastikan kasus ini murni kecelakaan dan tidak ada unsur pidana di dalamnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga yang memiliki anggota keluarga lanjut usia dengan kondisi pikun untuk lebih waspada. Keluarga Sudirno sebelumnya sempat melakukan pencarian, namun belum membuahkan hasil hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kebun tebu yang terletak di kecamatan berbeda dari tempat tinggalnya.