SEMARANG — Suasana Ruang Rapat Wagub Jateng di Kompleks Gubernuran Jalan Pahlawan, Senin, berubah riuh rendah. Bukan karena rapat atau diskusi kebijakan, melainkan canda dan tawa belasan anak TK yang bergantian memanggil satu sama lain menggunakan pelantang meja di depan masing-masing.
Wajah-wajah mungil itu tampak sumringah. Mereka berkesempatan melihat langsung pataka, wayang, keris, hingga miniatur Candi Borobudur yang dipajang di lorong kantor. "Senang sekali, tadi lihat bendera (pataka), ada wayang, senjata zaman dulu keris, dan bisa bertemu Pak Haji Taj Yasin Maimoen," ujar Inara, salah satu siswi Jemema, antusias.
Wakil Kepala Sekolah Jemema Islamic School Annisa Devy mengatakan kegiatan ini bagian dari tema pembelajaran tentang pekerjaan di bidang pemerintahan. "Anak-anak diberikan pemahaman supaya tidak merasa takut dengan pemerintahan serta bisa melihat dari dekat pekerjaan pemerintahan di kantor, di antaranya gubernur dan wagub," katanya.
Menurut Annisa, para siswa juga diajak mengenal bendera simbol dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah serta produk budaya khas daerah yang dipajang di ruang tunggu Kantor Gubernur dan Wagub Jateng. "Pak Wagub benar-benar care (peduli) terhadap anak," tambahnya.
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen yang akrab disapa Gus Yasin menyambut langsung kedatangan rombongan kecil itu. Ia menyapa setiap anak satu per satu dan bertanya tentang cita-cita mereka. Suasana hangat tercipta saat Gus Yasin mempersilakan anak-anak berkeliling melihat suasana perkantoran di gedung pemerintahan Provinsi Jawa Tengah.
"Anak-anak ingin belajar kepemimpinan, belajar perkantoran. Mereka ingin tahu sejak dini, mereka diajarkan untuk mengenal macam-macam pekerjaan di perkantoran," kata Gus Yasin.
Kunjungan edukatif semacam ini menjadi salah satu cara memperkenalkan fungsi birokrasi kepada generasi paling muda. Dengan pendekatan menyenangkan, anak-anak diajak memahami bahwa pemerintahan bukanlah institusi yang menakutkan, melainkan tempat bekerja yang melayani masyarakat.