JAWA TENGAH — Gol penalti Erling Haaland di menit-menit akhir tidak cukup menyelamatkan City dari kenyataan pahit. Mereka tertinggal poin yang tak lagi terkejar dari Arsenal di puncak klasemen dengan satu pertandingan tersisa.
Pertandingan di Vitality Stadium berjalan sengit sejak menit awal. City membutuhkan kemenangan untuk menjaga asa juara, tapi Bournemouth yang sedang dalam tren 16 laga tak terkalahkan tampil percaya diri.
Gol pembuka lahir di menit ke-38. Sisi kiri pertahanan City kembali menjadi titik lemah. Marcus Tavernier mengirim bola terobosan ke Adrien Truffert yang langsung menarik bola ke kotak penalti. Junior Kroupi, pemain muda berusia 19 tahun, menyambutnya dengan tendangan melengkung ke pojok kanan atas gawang Gianluigi Donnarumma. Skor 1-0 untuk tuan rumah.
City mendominasi penguasaan bola di babak kedua, namun Bournemouth tetap solid. Peluang terbaik tim tamu datang dari Nico O'Reilly yang ditepis Djordje Petrovic, lalu sundulan Rodri yang membentur mistar gawang.
Baru di menit ke-86, City akhirnya memecah kebuntuan. Bola liar di kotak penalti disambar Rodri, lalu memantul ke arah Haaland yang melepaskan tembakan keras. Bola menghantam tiang gawang sebelum akhirnya masuk. Gol itu terlambat. Wasit meniup peluit panjang beberapa menit kemudian, mengakhiri perlawanan City.
Hasil imbang ini memastikan Arsenal unggul 4 poin dari City dengan satu pertandingan tersisa. The Gunners resmi menjadi juara Premier League musim ini setelah penantian panjang sejak 2004.
Bagi Bournemouth, hasil ini adalah sejarah. Skuad asuhan Andoni Iraola memastikan tiket ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya. Mereka bahkan masih bisa finis di zona Liga Champions jika menang di laga terakhir.