KENDAL — Perluasan KEK Kendal terus berlangsung seiring tingginya permintaan lahan industri dari perusahaan global. Kawasan yang berada di Kabupaten Kendal ini tidak hanya menambah kapasitas, tetapi juga memperkuat ekosistem industri terintegrasi dengan infrastruktur dan layanan perizinan yang lebih efisien.
KEK Kendal disebut sebagai salah satu contoh keberhasilan kerja sama strategis antara Indonesia dan Singapura. Dalam pertemuan bilateral, Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan dan Menteri Luar Negeri RI Sugiono menilai kemitraan ini menjadi model kolaborasi ekonomi yang saling menguntungkan kedua negara.
Pemerintah Indonesia menilai pengembangan KEK Kendal mampu mempercepat industrialisasi daerah sekaligus membuka ruang investasi baru yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, Singapura melihat KEK Kendal sebagai kawasan industri modern yang memberikan kepastian usaha dan daya saing bagi investor internasional.
Data investasi menunjukkan tren pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah terus meningkat. Pada Triwulan I 2026, realisasi investasi provinsi mencapai Rp 23,02 triliun, tumbuh 5,35 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Dari angka tersebut, Kabupaten Kendal menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan nilai investasi Rp 3,61 triliun.
Capaian ini mempertegas posisi Kendal sebagai daerah tujuan investasi unggulan di Jawa Tengah. Bahkan pada tahun 2024, Kabupaten Kendal tercatat sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi di provinsi ini.
Hingga Triwulan I 2026, KEK Kendal telah diisi 139 pelaku usaha dengan total komitmen investasi mencapai Rp 189,16 triliun. Kawasan ini juga telah menyerap sekitar 42.000 tenaga kerja dari berbagai bidang industri.
Perluasan kawasan industri di wilayah Kendal terus berjalan untuk menambah kapasitas dan memperkuat ekosistem industri yang terintegrasi. Pengembangan ini diharapkan membuka puluhan ribu lapangan kerja baru dan memperkuat daya saing industri di Jawa Tengah.