Populasi Ternak Jateng Capai 6,3 Juta Ekor, Kebutuhan Hewan Kurban Idul Adha 2026 Dipastikan Surplus

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Rabu, 20 Mei 2026 | 11:56:56 WIB
Populasi ternak Jawa Tengah mencapai 6,3 juta ekor, memastikan surplus untuk kebutuhan kurban Idul Adha 2026.

SEMARANG — Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jateng Defransisco Dasilva Tavares menyatakan angka itu sudah mencakup kebutuhan seluruh kabupaten/kota, termasuk permintaan khusus Presiden Prabowo Subianto. “Pak Presiden akan memberi sapi minimal berbobot 1 ton. Satu ekor untuk setiap kabupaten/kota, ditambah satu ekor untuk provinsi. Total 36 ekor,” katanya di Semarang, Selasa.

Rincian Kebutuhan: Sapi dan Kambing Surplus, Kerbau Justru Defisit

Data Distanak Jateng memproyeksikan kebutuhan hewan kurban tahun depan: 140.745 ekor sapi, 321.872 ekor kambing, 126.078 ekor domba, dan 4.472 ekor kerbau. Untuk tiga jenis pertama, provinsi ini mencatat surplus signifikan.

Situasi berbeda terjadi pada populasi kerbau. Ketersediaan di Jateng hanya 1.204 ekor, jauh di bawah perkiraan kebutuhan. Artinya, wilayah ini masih kekurangan sekitar 3.268 ekor kerbau untuk memenuhi permintaan kurban.

Tren Pemotongan Naik Tajam, Kecuali Kerbau yang Anjlok

Berdasarkan data pemotongan hewan kurban 2024-2025, lonjakan permintaan konsisten terjadi. Pemotongan sapi naik 8,9 persen, kambing melonjak 22,3 persen, dan domba meningkat 25,7 persen. Sebaliknya, pemotongan kerbau turun drastis hingga 11,6 persen.

Frans—sapaan akrabnya—menjelaskan tren ini sejalan dengan preferensi masyarakat yang beralih ke sapi dan kambing. “Pasar kerbau memang terus menyempit,” ujarnya.

Pengawasan Lalu Lintas Ternak Diperketat di Empat Perbatasan

Menjelang Idul Adha, Distanak Jateng memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak untuk mencegah penyebaran penyakit. Pemeriksaan difokuskan di empat titik perbatasan: Rembang, Karanganyar, Sragen, dan Wonogiri.

Petugas akan mengimbau agar hewan yang tidak sehat tidak diperjualbelikan. “Bukan hanya untuk kurban. Misalnya hewan ternak untuk MBG, kami minta surat keterangan sehat. Jadi ketika hewan berpindah, harus ada surat itu dan kesehatannya sudah dicek,” tegas Frans.

Hingga saat ini, belum ada laporan kasus serius terkait kesehatan hewan di Jawa Tengah. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada. Cek kondisi fisik hewan: kuku bersih tanpa luka, mata cerah, tidak cacat, serta tidak mengeluarkan liur berlebihan.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: jateng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top