JAWA TENGAH — Keputusan ini menjadi headline utama di seluruh media Eropa. Spanyol, yang datang ke turnamen sebagai juara bertahan Euro 2024, justru mencoret seluruh penggawa Los Blancos dari skuad final. Dani Carvajal, kapten tim yang mempersembahkan trofi Nations League dan Euro, menjadi nama paling mencolok yang ditinggalkan.
De la Fuente memiliki penjelasan tegas di balik keputusan radikal ini. Carvajal, yang selama dua tahun menjadi kapten lapangan, harus rela posisinya diambil alih oleh kombinasi Pedro Porro dan Marc Pubill di sisi kanan pertahanan.
Di lini belakang, nama Dean Huijsen juga hilang dari daftar. Bek muda berdarah Belanda-Spanyol itu kalah bersaing dengan Pau Cubarsi, Eric Garcia, dan Aymeric Laporte yang dinilai lebih konsisten sepanjang musim. Tanpa pemain Real Madrid, Spanyol justru mengandalkan tulang punggung dari Barcelona dan Athletic Bilbao.
Di lini depan, sorotan utama tertuju pada Lamine Yamal. Winger Barcelona berusia 18 tahun itu kembali menjadi andalan utama La Furia Roja berkat kemampuan eksplosifnya di sisi sayap. Yamal akan dipasangkan dengan Nico Williams dan Dani Olmo untuk membentuk trisula penuh kecepatan.
Kejutan lain datang dari nama Borja Iglesias. Striker yang sempat lama absen dari tim nasional itu kembali mendapat panggilan setelah menunjukkan ketajaman di level klub. Ia akan bersaing dengan Mikel Oyarzabal dan Ferran Torres untuk posisi ujung tombak.
David Raya, yang tampil konsisten di gawang Arsenal, menjadi sorotan di posisi kiper. Ia akan bersaing ketat dengan Unai Simon yang menjadi pilihan utama di Euro 2024. Sektor tengah tetap menjadi kekuatan utama Spanyol dengan kehadiran Rodri sebagai jangkar, ditopang Pedri dan Gavi yang sudah pulih cedera.