Video “Pocong” Ditunggangi Motor di Boyolali Viral, Polisi Pastikan Hanya Konten Remaja untuk Medsos

Penulis: Budi Santoso  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 12:45:40 WIB
Video sosok mirip pocong yang ditunggangi motor di Boyolali ternyata rekayasa remaja untuk konten media sosial.

BOYOLALI — Video yang memperlihatkan sosok mirip pocong sedang dibonceng sepeda motor di wilayah pedesaan membuat geger jagat maya. Rekaman itu tersebar luas dan memicu kecemasan di kalangan warga Desa Manggis, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Bukan Pocong, Tapi Konten Remaja

Kapolsek Mojosongo, AKP Agung Nugroho, memastikan bahwa sosok dalam video tersebut bukanlah makhluk halus. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi menemukan bahwa peristiwa itu adalah hasil rekayasa sekelompok remaja setempat.

“Itu adalah konten buatan remaja untuk media sosial. Mereka sengaja membuat video tersebut untuk menarik perhatian pengikut di akun mereka,” ujar AKP Agung Nugroho, Senin (17/2).

Aksi Sempat Resahkan Warga dan Pengguna Jalan

Kemunculan video itu sontak membuat geger. Banyak warga yang merasa terganggu dan khawatir akan adanya aktivitas mistis di kampung mereka. Beberapa pengguna jalan yang melintas di lokasi syuting juga sempat terkejut melihat penampakan tersebut.

Polisi bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga. Tim dari Polsek Mojosongo langsung mendatangi lokasi dan melakukan identifikasi terhadap para remaja yang terlibat.

Pembinaan, Bukan Hukuman untuk Pembuat Konten

AKP Agung Nugroho menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan sanksi pidana kepada para remaja tersebut. Sebagai gantinya, polisi memberikan pembinaan secara langsung agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Kami panggil mereka dan orang tuanya. Kami berikan arahan agar ke depannya lebih bijak dalam membuat konten, terutama yang bisa menimbulkan keresahan di masyarakat,” jelasnya.

Para remaja tersebut mengaku tidak menyangka video mereka akan menyebar seluas itu. Mereka pun menyatakan penyesalan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Imbauan Polisi: Bijak Bermedsos dan Jangan Bikin Heboh Palsu

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih bertanggung jawab di dunia digital. Polsek Mojosongo mengimbau agar konten kreator tidak membuat unggahan yang bersifat provokatif atau berpotensi memicu kepanikan.

“Kreativitas boleh, tapi jangan sampai merugikan orang lain. Pastikan konten yang dibuat tidak melanggar hukum dan tidak meresahkan,” tegas AKP Agung Nugroho.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top