WONOGIRI — Gerai Koperasi Desa untuk Kesejahteraan Masyarakat (KDKMP) di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, belum beroperasi meski sudah diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Masyarakat yang menantikan layanan koperasi ini masih harus bersabar lantaran sejumlah kendala teknis menghambat operasional.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Wonogiri, melalui Sekretaris Dinas, menyebutkan dua faktor utama yang menyebabkan gerai masih tutup. Pertama, sarana dan prasarana (sarpras) di lokasi gerai belum sepenuhnya siap. Kedua, petugas yang akan mengelola gerai tersebut masih harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu.
"Kami masih mempersiapkan sarpras dan juga tengah melakukan pelatihan bagi petugas. Setelah semua siap, baru gerai bisa dibuka untuk melayani masyarakat," ujar Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Wonogiri, Jumat (7/3/2025).
Pihak dinas belum dapat memastikan tanggal pasti pembukaan gerai KDKMP. Proses pelatihan dan pemenuhan sarpras ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Setelah itu, barulah gerai akan beroperasi secara penuh.
Gerai KDKMP sendiri merupakan program nasional yang bertujuan memperkuat ekonomi desa melalui koperasi. Di Wonogiri, kehadiran gerai ini diharapkan bisa menjadi pusat kegiatan ekonomi sekaligus memudahkan akses warga terhadap produk-produk koperasi.
Ketidakoperasionalan gerai ini sempat menimbulkan pertanyaan di kalangan warga, terutama mereka yang sudah menantikan layanan koperasi. Beberapa warga berharap pemerintah daerah segera menyelesaikan kendala agar manfaat program bisa dirasakan langsung.
Dinas Koperasi dan UKM berjanji akan mempercepat proses persiapan. "Kami mohon maaf atas keterlambatan ini. Kami pastikan gerai akan segera beroperasi begitu semua persyaratan terpenuhi," tambahnya.
Sejauh ini, baru beberapa daerah di Jawa Tengah yang sudah mengoperasikan gerai KDKMP. Wonogiri menjadi salah satu lokasi peresmian oleh Presiden, namun operasionalnya masih tertunda karena persiapan teknis.
Gerai KDKMP direncanakan menyediakan berbagai produk koperasi, mulai dari kebutuhan pokok, simpan pinjam, hingga pemasaran produk UMKM desa. Layanan ini diharapkan bisa memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi.