TEMANGGUNG — Polres Temanggung mengungkap kondisi fasilitas tenda limas yang menjadi tempat empat wisatawan sekeluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, sebelum ditemukan meninggal dunia di lokasi glamping kawasan wisata Kledung. Tenda jenis itu disebut memiliki sekat dan ventilasi terbatas.
Keempat korban diketahui menginap di tenda tersebut sejak malam hari. Keesokan paginya, mereka ditemukan sudah tidak bernyawa oleh petugas lokasi wisata. Belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian mengenai penyebab pasti kematian, namun dugaan sementara mengarah pada kekurangan oksigen di dalam tenda.
Tenda limas yang digunakan para korban memiliki bentuk seperti piramida dengan satu pintu masuk. Menurut polisi, sirkulasi udara di dalam tenda sangat terbatas karena hanya mengandalkan ventilasi kecil di bagian atas dan celah pintu.
“Kondisi tenda limas itu tertutup rapat. Ventilasinya minim. Saat malam hari, semua pintu dan jendela tertutup karena suhu dingin,” ujar sumber di kepolisian yang enggan disebutkan namanya.
Keempat korban merupakan satu keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang. Mereka datang ke lokasi glamping di Kledung untuk berlibur. Lokasi wisata ini dikenal dengan pemandian air hangat dan pemandangan Gunung Sindoro-Sumbing.
Glamping atau glamorous camping di kawasan tersebut biasanya menggunakan tenda semi-permanen. Tenda limas termasuk salah satu tipe yang paling populer karena bentuknya yang unik dan harga sewa yang terjangkau.
Tim identifikasi Polres Temanggung telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi glamping. Sejumlah barang bukti diamankan, termasuk tenda limas yang digunakan korban. Polisi juga memeriksa saksi-saksi dari pihak pengelola wisata.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kapolres Temanggung. Proses penyelidikan masih berjalan untuk memastikan penyebab pasti kematian keempat korban.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi wisatawan yang gemar berkemah atau glamping. Pastikan tenda yang digunakan memiliki ventilasi yang cukup, terutama jika akan digunakan semalaman penuh. Jangan menutup seluruh celah udara meskipun suhu di luar dingin.
“Kami mengimbau pengelola wisata untuk memeriksa kembali standar keamanan tenda. Sirkulasi udara harus diperhatikan demi keselamatan pengunjung,” tambah sumber yang sama.
Lokasi glamping di Kledung, Temanggung, untuk sementara tutup pasca-kejadian. Polisi masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap pengelola. Belum ada kepastian kapan tempat wisata itu akan dibuka kembali.
Pilih tenda yang memiliki ventilasi di dua sisi berbeda agar ada sirkulasi udara silang. Hindari tenda dengan satu pintu tanpa jendela atau lubang angin. Jika ragu, tanyakan langsung kepada pengelola sebelum memutuskan menyewa.
Segera buka pintu atau ventilasi. Jika masih merasa sesak, keluar dari tenda dan cari tempat terbuka. Jangan memaksakan diri tetap di dalam tenda yang pengap, terutama saat malam hari ketika oksigen di dalam ruangan tertutup bisa berkurang.