JAWA TENGAH — Turki tergabung di Grup D bersama tuan rumah Amerika Serikat, Australia, dan Paraguay. Montella mengaku bangga bisa menjadi nahkoda tim yang disebutnya memiliki masa depan cerah. "Tim ini penuh dengan talenta. Para pemainnya sangat akrab dan kompak satu sama lain. Bagi saya, sungguh suatu kehormatan menjadi pelatih mereka," ujar Montella dalam situs resmi FIFA, dikutip Kompas.tv.
Montella menilai skuadnya memiliki keseimbangan sempurna antara pemain muda dan senior. Ia menyebut semangat nasionalisme tinggi menjadi fondasi utama tim. "Ada rasa bangga nasional yang besar di sini yang telah terbangun selama puluhan tahun. Mereka mengenakan seragam nasional dengan bangga," kata mantan pelatih AC Milan itu.
Turki sebelumnya hanya dua kali tampil di Piala Dunia, yakni pada 1954 dan 2002. Prestasi terbaik mereka adalah semifinal pada edisi 2002 di Korea Selatan-Jepang. Kini, dengan materi pemain yang bermain di klub-klub top Eropa, Montella yakin timnya bisa mengulang sejarah.
Pelatih berusia 50 tahun itu membandingkan Turki dengan negara asalnya, Italia. "Sama seperti Italia, ini adalah negara yang kaya akan keindahan dan sejarah. Saya memiliki banyak teman di sini, dan rasanya luar biasa bisa diterima dan diikutsertakan," ujarnya.
Montella juga menekankan pentingnya rasa memiliki dari para pemain. "Saya ingin mereka terus bermain dengan rasa memiliki yang sama, seperti yang sudah mereka lakukan. Mereka dipersatukan oleh nilai-nilai negara mereka," tegasnya.
Piala Dunia 2026 akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada Juni-Juli 2026. Turki dijadwalkan memulai kampanye Grup D melawan Australia di laga pembuka.