SEMARANG — Program ini tidak sekadar menjadi etalase produk, melainkan ekosistem digital yang menghubungkan pelaku UMKM dengan pembeli, lembaga keuangan, dan pemerintah daerah. Lewat “Waras Ekonomi”, para pengusaha kecil di 16 kecamatan se-Kota Semarang bisa mengurus perizinan, mengikuti kelas kurasi produk, hingga mengakses pinjaman lunak tanpa perlu mendatangi kantor dinas satu per satu.
Platform ini mengintegrasikan tiga layanan utama yang selama ini terpisah. Pertama, pemasaran digital yang memungkinkan produk UMKM tampil di katalog daring dan terhubung langsung ke marketplace nasional. Kedua, pembiayaan yang menjembatani pelaku usaha dengan perbankan dan koperasi mitra Pemkot. Ketiga, pendampingan usaha berupa modul digital dan jadwal pelatihan dari dinas terkait.
Wali Kota Agustina Wilujeng menyebut bahwa platform ini adalah jawaban atas keluhan pelaku UMKM yang selama ini kesulitan mengakses informasi secara terpusat. “Program ini hadir untuk mengakomodasi kebutuhan pelaku UMKM, sekaligus membantu mengurangi beban mereka dalam mengurus administrasi dan mencari akses pasar,” ujarnya dalam peluncuran di Balai Kota Semarang, belum lama ini.
Program ini menyasar seluruh UMKM yang sudah terdaftar di Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, termasuk pelaku usaha mikro yang baru merintis. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs resmi “Waras Ekonomi” atau datang ke kantor kelurahan setempat untuk mendapatkan pendampingan teknis.
Setelah terdaftar, setiap pelaku usaha akan mendapatkan akun pribadi yang bisa digunakan untuk mengunggah produk, melihat jadwal pameran, dan mengajukan permohonan modal. Data dari Dinas Koperasi mencatat, saat ini ada lebih dari 12.000 UMKM aktif di Kota Semarang yang menjadi target awal integrasi platform ini.
Pemkot Semarang menargetkan dalam tiga bulan ke depan, setidaknya 3.000 UMKM sudah aktif bertransaksi di platform tersebut. Langkah ini dinilai strategis karena selama ini banyak pelaku usaha mikro yang terkendala akses pasar dan permodalan, terutama setelah pandemi.
“Kami ingin UMKM tidak hanya bertahan, tapi bisa naik kelas. Dengan platform ini, mereka punya data riil omzet dan riwayat transaksi yang bisa dipakai untuk mengajukan kredit ke bank,” tambah Agustina. Ke depan, Pemkot juga akan mengintegrasikan data “Waras Ekonomi” dengan program bansos dan PKH agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.
Tidak ada. Pendaftaran dan penggunaan fitur dasar platform ini gratis bagi seluruh pelaku UMKM warga Kota Semarang. Pemkot menanggung biaya operasional server dan pelatihan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025. Untuk fitur premium seperti jasa fotografi produk atau iklan berbayar, akan dibuka secara bertahap dengan tarif yang disubsidi.
Setelah peluncuran, Dinas Koperasi dan UMKM akan menggelar sosialisasi door-to-door di 177 kelurahan. Tim pendamping lapangan juga disiagakan di setiap kecamatan untuk membantu pelaku UMKM yang kurang familiar dengan teknologi digital. Pemkot menargetkan seluruh UMKM di Semarang sudah terdaftar di platform “Waras Ekonomi” sebelum akhir tahun 2025.