AMBARAWA — Benteng Pendem di Ambarawa, Kabupaten Semarang, berubah menjadi galeri sejarah otomotif bergerak selama beberapa hari terakhir. Puluhan mobil antik yang dipamerkan di lokasi itu menarik perhatian pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari kolektor, komunitas otomotif, hingga warga yang sekadar ingin bernostalgia.
Beberapa unit yang paling mencuri perhatian adalah Austin 7 keluaran 1928, Opel dan Opel Kadett tahun 1938, serta Chevrolet C10 yang diproduksi pada 1960. Cat mengilap dan kondisi bodi yang prima membuat kendaraan-kendaraan lawas itu tampil seolah baru keluar dari pabrik.
Benteng Pendem yang merupakan bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda dipilih karena nilai estetika dan historisnya yang selaras dengan tema pameran. Suasana arsitektur kuno di area benteng dinilai mampu memperkuat nuansa nostalgia saat pengunjung melihat deretan mobil-mobil klasik.
Lokasi ini juga memiliki lahan yang cukup luas untuk menampung puluhan kendaraan sekaligus, sehingga pengunjung leluasa berkeliling dan mengamati detail setiap mobil dari dekat. Beberapa pengunjung terlihat memanfaatkan momen untuk berfoto di samping kendaraan favorit mereka.
Austin 7 yang dirilis tahun 1928 merupakan salah satu mobil paling ikonik dari era sebelum Perang Dunia II. Mobil mungil ini dikenal sebagai pionir mobil rakyat di Eropa dan menjadi cikal bakal banyak model kendaraan modern.
Sementara itu, Opel dan Opel Kadett tahun 1938 mewakili masa kejayaan industri otomotif Jerman sebelum perang. Kedua model ini memiliki desain khas dengan lampu bundar besar dan garis bodi yang tegas. Chevrolet C10 dari tahun 1960, yang merupakan pikap klasik buatan Amerika Serikat, menambah keragaman koleksi yang dipamerkan.
Pameran ini dihadiri oleh para kolektor mobil antik dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan sekitarnya. Mereka membawa serta kendaraan koleksi pribadi yang telah dirawat dengan standar tinggi, baik dari segi mesin maupun kelistrikan.
Beberapa komunitas otomotif klasik juga turut serta memeriahkan acara. Mereka tidak hanya memamerkan mobil, tetapi juga berbagi cerita tentang proses restorasi dan sejarah di balik setiap kendaraan. Interaksi antara kolektor dan pengunjung menjadi salah satu daya tarik tersendiri.
Perawatan rutin dan penggantian komponen orisinal menjadi kunci utama kondisi mobil-mobil tersebut. Setiap pemilik memiliki cara sendiri dalam menjaga keaslian kendaraan, mulai dari mempertahankan cat asli hingga merestorasi bagian interior dengan bahan yang mendekati era produksi.
Beberapa mobil bahkan masih bisa dihidupkan dan dijalankan, meskipun tidak digunakan untuk perjalanan jauh. Hal itu membuktikan bahwa perawatan yang konsisten mampu membuat kendaraan berusia hampir satu abad tetap fungsional.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai jadwal pameran serupa di masa mendatang. Namun, antusiasme pengunjung yang tinggi selama acara berlangsung membuka peluang bagi penyelenggara untuk menggelar kembali kegiatan serupa di kemudian hari.