SEMARANG — Ancaman banjir pesisir atau rob menghantui wilayah Pantura Jawa Tengah hari ini. Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Herbuana Yoga W, mengungkapkan ketinggian air laut pasang mencapai 0,9 meter pada rentang waktu kritis.
"Kondisi ini berdampak langsung pada banjir pesisir di wilayah Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, hingga Pati," ujar Herbuana dalam keterangan resminya.
BMKG memetakan tujuh kabupaten/kota yang perlu meningkatkan kewaspadaan. Selain daerah yang disebutkan, kawasan pesisir lain dengan topografi rendah juga berpotensi mengalami genangan akibat luapan air laut.
Warga di sekitar pelabuhan, tambak, dan pemukiman dekat garis pantai diminta untuk mengamankan barang berharga dan bersiap jika genangan mulai masuk ke rumah.
Secara meteorologis, cuaca di Jawa Tengah pada pagi hingga siang hari diprediksi cerah berawan. Namun, hujan ringan masih berpeluang turun pada sore hingga awal malam, khususnya di wilayah dataran tinggi dan pegunungan.
Kawasan seperti Gunung Slamet, Dieng, Sumbing, dan Sindoro masuk dalam zona yang perlu diwaspadai terhadap potensi hujan lokal.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Haritz Syahid Hakim, menjelaskan bahwa intensitas hujan mulai berkurang signifikan dalam tiga hari ke depan. Belasan daerah di Jawa Tengah mulai memasuki awal musim kemarau.
"Kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," ujar Haritz.
BMKG juga mencatat adanya fenomena suhu udara yang terasa lebih panas pada siang hari, namun cenderung lebih dingin pada malam hari. Masyarakat diimbau untuk menjaga kondisi kesehatan dan memastikan kecukupan hidrasi di tengah cuaca yang fluktuatif.
Warga di wilayah pesisir disarankan untuk memantau informasi cuaca terkini dari BMKG. Jika genangan mulai terjadi, hindari area rendah dan jangan memaksakan diri melintasi jalur yang sudah terendam air laut.
Bagi nelayan, aktivitas melaut sebaiknya dihindari selama puncak pasang berlangsung karena arus dan gelombang tidak stabil.
Berdasarkan data BMKG, puncak pasang diperkirakan terjadi antara pukul 09.00 hingga 14.00 WIB. Setelah itu, ketinggian air berangsur menurun. Namun, dampak genangan bisa bertahan beberapa jam tergantung sistem drainase di masing-masing wilayah.
Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika melihat titik api, segera laporkan ke pemadam kebakaran atau perangkat desa setempat. Angin kencang saat musim kemarau bisa mempercepat penyebaran api.