JAKARTA — Pencopotan Dadan Hindayana dari posisi Kepala BGN mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, ia baru beberapa bulan menjabat dan tengah dalam proses pengembangan program MBG yang menjadi proyek unggulan Presiden Prabowo. Berikut tiga fakta utama yang perlu diketahui publik terkait peristiwa ini.
Dadan Hindayana diketahui baru kembali dari kunjungan kerja ke Arab Saudi pada awal Februari 2025. Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau langsung pelaksanaan program pemberian makanan bergizi gratis yang diterapkan di sekolah-sekolah di Riyadh dan Jeddah.
Kunjungan ini merupakan bagian dari studi banding untuk menyempurnakan skema MBG di Indonesia. Namun, baru beberapa pekan setelah kembali, ia justru menerima surat keputusan pencopotan dari Sekretariat Negara.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah belum merilis pernyataan resmi mengenai alasan pencopotan Dadan. Istana Kepresidenan melalui Koordinator Staf Khusus Presiden hanya menyatakan bahwa pergantian pejabat adalah hal yang biasa dalam dinamika pemerintahan.
Sejumlah sumber di internal BGN menyebut bahwa perbedaan pandangan soal arah kebijakan operasional program MBG menjadi salah satu faktor. Namun, klaim tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari Kementerian Sekretariat Negara.
Presiden Prabowo telah menunjuk Kepala Staf Kepresidenan (KSP) untuk merangkap sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BGN. Langkah ini diambil agar program MBG tetap berjalan tanpa hambatan administratif.
Program MBG sendiri menargetkan pemberian makanan bergizi gratis kepada 82,9 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia, mulai dari ibu hamil, balita, hingga pelajar. Dengan dicopotnya Dadan, publik menanti kepastian jadwal perluasan program yang sebelumnya direncanakan mencapai 1.000 titik dapur pada akhir 2025.
Pencopotan Dadan berpotensi memperlambat realisasi dapur umum MBG di sejumlah daerah. Sebab, proses lelang dan kontrak vendor untuk penyediaan bahan pangan sempat terhenti selama masa transisi kepemimpinan di BGN.
Di sisi lain, sejumlah kepala daerah yang sudah menyiapkan lahan dan infrastruktur dapur umum meminta kepastian dari pemerintah pusat. Mereka khawatir anggaran yang sudah dialokasikan di APBD 2025 tidak bisa digunakan jika petunjuk teknis dari BGN belum diperbarui.
Pencopotan pejabat setingkat kepala badan yang dilakukan tanpa pengumuman publik biasanya menandakan adanya masalah internal yang tidak dapat diungkap ke publik. Dalam kasus Dadan, ia sebelumnya dikenal sebagai orang dekat Prabowo dan terlibat dalam penyusunan konsep awal MBG sejak masa kampanye.
Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia menilai bahwa pergantian ini bisa jadi bagian dari evaluasi kinerja atau penyesuaian struktur organisasi. Namun, tanpa pernyataan resmi, semua masih bersifat spekulasi.
Pemerintah menargetkan keputusan final terkait struktur baru BGN dan percepatan program MBG diumumkan dalam dua pekan ke depan. Plt Kepala BGN saat ini tengah mengaudit seluruh kontrak dan sumber daya manusia di lembaga tersebut.
Masyarakat diharapkan bersabar karena program ini tetap menjadi prioritas nasional. Pemerintah berjanji tidak akan ada penghentian layanan di titik dapur yang sudah beroperasi selama masa transisi.