Komisi B DPRD Karanganyar Dorong Pemkab Perkuat Pemasaran UMKM, Produk Lokal Wajib Masuk Kawasan Wisata

Penulis: Eko Saputro  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 00:05:20 WIB
Komisi B DPRD Karanganyar dorong produk UMKM lokal masuk kawasan wisata sebagai prioritas.

KARANGANYAR — Anggota Komisi B DPRD Karanganyar menilai selama ini produk UMKM lokal masih kalah bersaing dengan produk dari luar daerah di destinasi wisata. Padahal, sektor pariwisata menjadi salah satu penggerak utama ekonomi warga.

Prioritas Produk Lokal di Gerbang Wisata

Komisi B mendorong Pemkab Karanganyar untuk menerapkan kebijakan afirmatif. Produk-produk buatan perajin lokal, seperti batik, kerajinan kayu, hingga makanan ringan khas, harus mendapat tempat utama di area wisata.

“Kami minta ada regulasi atau imbauan tegas agar pengelola tempat wisata memprioritaskan produk UMKM asli Karanganyar,” ujar anggota Komisi B DPRD setempat.

Strategi Pemasaran Digital Jadi Kunci

Selain akses fisik di lokasi wisata, Dewan juga menyoroti lemahnya pemasaran digital UMKM. Banyak produk berkualitas yang tidak dikenal karena minim promosi di media sosial atau platform e-dagang.

Komisi B mendesak Dinas Koperasi dan UMKM untuk menggelar pelatihan intensif. Pelatihan itu mencakup fotografi produk, pengelolaan toko online, hingga teknik membuat konten promosi yang menarik.

“Pemasaran tidak bisa lagi hanya mengandalkan pasar tradisional. Harus masuk ke gawai warga,” tambahnya.

Dampak bagi Perajin dan Pelaku Usaha Kecil

Kebijakan ini dinilai krusial bagi ribuan pelaku UMKM di Karanganyar. Selama ini, banyak perajin mengeluhkan sepinya pesanan meski kualitas produk mereka tidak kalah dengan produk impor atau dari kota lain.

Dengan adanya prioritas di kawasan wisata, perputaran uang diharapkan langsung dirasakan oleh warga sekitar. Produk yang terjual di Candi Sukuh, Air Terjun Jumog, atau Taman Dayu misalnya, bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.

Kapan Kebijakan Ini Mulai Diterapkan?

Komisi B DPRD Karanganyar meminta Pemkab segera menyusun peta jalan implementasi. Tidak ada batas waktu pasti yang disebutkan, namun Dewan mendesak agar realisasi dilakukan sebelum musim libur besar berikutnya.

“Jangan sampai momentum kunjungan wisatawan hilang karena produk lokal belum siap,” tegasnya.

FAQ: Apa Saja yang Perlu Diketahui Warga?

Apa dampak kebijakan ini bagi pembeli di kawasan wisata?

Pengunjung wisata di Karanganyar akan lebih mudah menemukan oleh-oleh khas asli daerah. Harganya pun lebih kompetitif karena rantai distribusi lebih pendek.

Siapa yang akan mengawasi penerapan prioritas produk lokal?

Komisi B DPRD akan memantau langsung bersama Dinas Pariwisata dan Dinas Koperasi & UMKM. Pengawasan dilakukan secara berkala di setiap destinasi wisata utama.

Bagaimana cara UMKM mendaftar agar produknya masuk ke kawasan wisata?

Pelaku UMKM bisa menghubungi Dinas Koperasi dan UMKM Karanganyar untuk verifikasi produk. Setelah lolos kurasi, produk akan direkomendasikan ke pengelola tempat wisata.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top