BOYOLALI — Delapan orang telah dimintai keterangan oleh penyidik Satreskrim Polres Boyolali terkait kematian warga Desa Sindon yang diduga setelah menyantap sate ayam kiriman. Hingga saat ini, penyidik masih menunggu hasil laboratorium dari Dokpol Polda Jawa Tengah untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Penyidik belum merinci identitas kedelapan saksi yang telah diperiksa. Namun, pemeriksaan mencakup pihak-pihak yang mengetahui proses pengiriman, penyajian, hingga konsumsi sate ayam tersebut. Polisi juga mendalami alur distribusi makanan yang diduga menjadi pemicu tragedi ini.
Kunci pengungkapan kasus ini ada pada hasil uji spesimen biologi dan otopsi yang dilakukan Dokpol Polda Jawa Tengah. Tim dokter forensik tengah meneliti sampel organ tubuh korban dan sisa makanan untuk mendeteksi adanya racun atau bakteri patogen. Polres Boyolali memastikan akan merilis hasil resmi begitu dokumen diterima.
Peristiwa bermula saat korban menerima kiriman sate ayam. Beberapa saat setelah menyantapnya, korban mengeluh sakit dan kemudian meninggal dunia. Keluarga yang curiga langsung melapor ke Polres Boyolali, yang kemudian mengevakuasi jenazah untuk diautopsi.
Penyidik akan membandingkan hasil otopsi dengan keterangan para saksi. Jika ditemukan unsur pidana, polisi akan menetapkan tersangka. Saat ini, fokus utama adalah mengungkap rantai distribusi sate ayam tersebut, mulai dari pembeli, pengirim, hingga penyaji.
Kematian mendadak warga ini menyisakan duka dan tanda tanya besar bagi masyarakat Desa Sindon. Mereka berharap polisi dapat mengusut tuntas kasus ini dan memberikan kepastian hukum. Situasi di desa disebut masih kondusif, namun warga terus memantau perkembangan penyelidikan.