BOYOLALI — Suasana haru dan tangis bahagia pecah begitu pintu kedatangan bandara dibuka untuk jemaah Kloter 1. Sebagian jemaah langsung bersimpuh dan bersujud syukur begitu menjejakkan kaki di area kedatangan, disambut pelukan hangat keluarga yang membawa karangan bunga.
Pantauan di lokasi, puluhan keluarga sudah berjejer sejak pukul 05.30 WIB. Mereka membawa poster bertuliskan “Selamat Datang Bunda” dan “Alhamdulillah, Ayah Pulang”. Seorang anak kecil terlihat memegang foto ayahnya yang menjadi jemaah haji tahun ini.
“Saya sudah tidak sabar. Ini pertama kalinya ibu saya naik haji. Rasanya campur aduk,” ujar Rina (32), warga Solo yang menjemput ibunya.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo menyiapkan jalur khusus untuk memudahkan proses imigrasi dan pengambilan bagasi. Seluruh jemaah menjalani pemeriksaan kesehatan cepat sebelum diizinkan meninggalkan bandara.
“Kami pastikan semua jemaah dalam kondisi sehat. Kloter 1 ini merupakan gelombang pertama dari total 105 kloter yang akan diberangkatkan dari Embarkasi Solo,” kata Kepala PPIH Embarkasi Solo, Agus Riyanto.
Sejak berangkat pada akhir Mei lalu, jemaah Kloter 1 menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci selama kurang lebih 40 hari. Sujud syukur yang dilakukan para jemaah di bandara menjadi pemandangan yang menyentuh bagi petugas dan keluarga yang hadir.
“Alhamdulillah, semua lancar. Cuaca di Arab Saudi memang panas, tapi kami semua sehat. Ini pengalaman yang tidak akan terlupakan,” ujar Supardi (65), jemaah asal Klaten, sambil menahan tangis.
PPIH Embarkasi Solo menyebutkan bahwa kedatangan kloter-kloter selanjutnya akan berlangsung secara bertahap hingga awal Juli 2024. Setiap kloter membawa sekitar 360 hingga 370 jemaah dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan sekitarnya.
“Kami imbau keluarga yang menjemput untuk selalu memantau jadwal kedatangan melalui aplikasi resmi atau menghubungi petugas di bandara,” tambah Agus.