5 Tantangan Guru SD di Banjarsari Terapkan Pendidikan Karakter, UNISRI Beri Pendampingan Budaya Jawa

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:11:31 WIB
Tim UNISRI memberikan pendampingan kepada guru SD di Banjarsari dalam penerapan pendidikan karakter berbasis budaya Jawa.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UNISRI yang dipimpin Prof. Dr. Siti Supeni mengidentifikasi sejumlah tantangan di sekolah dasar. Pertama, kurikulum budaya belum terintegrasi secara sistematis dalam pendidikan karakter. Kedua, pemahaman guru terhadap materi budaya lokal masih rendah.

Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler pendukung dinilai belum optimal, dan sekolah masih kekurangan tenaga pelatih atau praktisi budaya. "Harapannya guru-guru SD di Banjarsari memiliki acuan yang jelas sehingga nilai-nilai seperti gotong royong, tepa selira, dan unggah-ungguh dapat masuk dalam pembelajaran harian," ujar Siti Supeni dalam keterangannya, Kamis (5/6).

Tiga Solusi dari UNISRI untuk Sekolah Dasar

Tim UNISRI menawarkan tiga solusi utama untuk menjawab persoalan tersebut. Pertama, pendampingan penerapan kurikulum muatan lokal berbasis budaya daerah dalam pengembangan karakter siswa. Kedua, penyusunan prosedur pengembangan kurikulum yang mudah diterapkan oleh guru.

Ketiga, bimbingan bagi guru untuk menyusun buku panduan kurikulum muatan lokal berbasis budaya daerah. Dalam kegiatan ini, tim juga menyerahkan media pembelajaran Artefak Pitutur Budaya Jawa kepada PGRI Cabang Kecamatan Banjarsari yang diterima langsung oleh ketuanya, Kartono.

Workshop dan Modul Ajar untuk Guru

Kegiatan PKM tidak hanya berisi pemaparan materi. Para peserta juga mengikuti workshop penyusunan modul ajar dan praktik penggunaan media Artefak Pitutur Budaya Jawa. Penyamaan persepsi mengenai indikator capaian pendidikan karakter berbasis budaya juga dilakukan.

Ketua PGRI Banjarsari Kartono menyambut baik program ini. Menurutnya, penguatan karakter berbasis budaya lokal sangat relevan diterapkan di sekolah dasar yang memiliki latar belakang siswa beragam. "Pendampingan ini membantu guru menerjemahkan budaya Jawa ke dalam perangkat pembelajaran dan aktivitas siswa di sekolah," katanya.

Rencana Tindak Lanjut di Masing-Masing Sekolah

Para peserta menyusun rencana tindak lanjut yang akan diterapkan di sekolah masing-masing. Langkah ini diambil untuk memastikan nilai-nilai budaya Jawa dapat terintegrasi secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran sehari-hari. Tim PKM UNISRI juga melibatkan mahasiswa Program Studi PPKn, Riyana, dalam kegiatan pendampingan ini.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: mettanews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top