WONOGIRI — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana merevitalisasi Pokok Pikiran (Pokir) DPRD untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan. Langkah ini diambil setelah banyaknya keluhan dari berbagai kabupaten dan kota, termasuk Wonogiri, yang mengeluhkan kondisi jalan berlubang dan aspal mengelupas yang sudah berlangsung puluhan tahun.
Ahmad Luthfi menegaskan bahwa perbaikan jalan tidak boleh lagi setengah-setengah. "Prioritas infrastruktur jalan. Di anggaran perubahan nanti kita ubah. Pokir akan direvitalisasi untuk infrastruktur jalan," tegasnya dalam keterangan resmi yang dikutip dari laman Pemprov Jateng.
Menurutnya, musim hujan panjang sejak tahun lalu hingga awal 2026 memperparah kerusakan jalan di sejumlah titik. Kini saat musim kemarau, pemerintah mulai melakukan pengecekan ulang untuk menentukan prioritas perbaikan. Targetnya, angka jalan rusak di Jawa Tengah berkurang signifikan sebelum akhir 2026.
Pada tahun 2025, Pemprov Jateng telah mengalokasikan sekitar Rp 75 miliar untuk penanganan jalan provinsi dan kabupaten. Namun, Luthfi menekankan bahwa kualitas pekerjaan harus menjadi perhatian utama. Ia tidak ingin perbaikan dilakukan asal jadi yang akhirnya membuat jalan kembali rusak dalam waktu singkat.
Pesan ini mendapat perhatian khusus dari warga Wonogiri. Selama bertahun-tahun, ruas jalan provinsi di daerah mereka hanya mendapat tambalan sementara. Aspal cepat mengelupas dan lubang kembali muncul setelah beberapa bulan.
Warga dan pengguna jalan di Wonogiri kini mencatat setiap janji yang disampaikan gubernur. Akhir tahun 2026 menjadi momentum penting untuk melihat realisasi di lapangan. "Harapan masyarakat sebenarnya sederhana, yakni jalan yang aman, nyaman dan bertahan lama. Bukan lagi tambalan sementara yang rusak setelah beberapa bulan," ujar salah satu pengguna jalan.
Pernyataan lebih tegas juga disampaikan warga lainnya. "Kami catat omonganmu saudara Luthfi," katanya, menandakan keseriusan publik dalam mengawal komitmen perbaikan infrastruktur ini.
Dengan fokus anggaran yang kini diarahkan ke sektor infrastruktur, warga berharap wajah jalan-jalan di Jawa Tengah bisa berubah lebih baik. Jalan yang mulus tidak hanya soal kenyamanan, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas sehari-hari.
Bola kini berada di tangan pemerintah. Janji sudah disampaikan, target sudah ditetapkan, dan masyarakat pun telah mencatatnya. Akhir 2026 akan menjadi ujian besar bagi upaya perbaikan jalan di Jawa Tengah.