JAWA TENGAH — Samsung kembali memanaskan persaingan di segmen ponsel murah. Galaxy A18, penerus Galaxy A17, tertangkap radar di server pengujian internal perusahaan di Eropa. Kemunculan ini bukan sekadar registrasi biasa—data yang bocor menunjukkan adanya perubahan fundamental pada lapisan keamanan perangkat.
Informasi yang dihimpun dari basis data GSMA dan server pengujian Samsung mengonfirmasi nomor model SM-A185F untuk varian dual-SIM 4G. Perangkat ini pertama kali terdaftar pada April lalu, dan kini kembali muncul dengan build perangkat lunak tertentu. Pola ini menandakan proses optimasi sudah memasuki tahap krusial sebelum produksi massal.
Yang menarik, Samsung menggunakan algoritma hashing SHA256 untuk build software Galaxy A18. Langkah ini menggantikan format MD5 yang sudah usang dan lebih rentan. Dalam praktiknya, pergeseran protokol keamanan seperti ini biasanya hanya terjadi saat perangkat akan membawa pembaruan sistem operasi besar.
Analis meyakini perubahan kriptografi ini merupakan sinyal kuat bahwa Galaxy A18 akan menjadi salah satu ponsel pertama di kelasnya yang mengusung One UI 9 berbasis Android 17 langsung dari pabrik. Jika terealisasi, pengguna segmen anggaran bakal menikmati fitur keamanan dan optimalisasi performa yang selama ini menjadi monopoli seri flagship Samsung.
Peta jalan pengembangan One UI 9 sendiri diperkirakan akan dimulai dengan peluncuran pada perangkat lipat Samsung bulan depan. Baru setelah itu, sistem antarmuka anyar ini akan menjalar ke lini A-series.
Mengacu pada siklus rilis pendahulunya, Galaxy A17 4G yang dirilis pada September 2025, besar kemungkinan Galaxy A18 akan diperkenalkan secara resmi pada akhir musim panas atau awal musim gugur tahun ini. Belum ada konfirmasi soal varian 5G, namun para pengamat memperkirakan Samsung akan segera menyusul dengan opsi konektivitas yang lebih cepat untuk menjawab permintaan pasar.
Dengan mengandalkan pondasi kuat seri A17 yang sudah terbukti—seperti layar Super AMOLED, baterai 5.000 mAh, dan kamera utama 50 MP—dan menambahkan lapisan software One UI 9 yang lebih segar, Galaxy A18 berpotensi menjadi kuda hitam di segmen Rp 2—3 jutaan. Yang perlu dipantau sekarang adalah apakah Samsung berani membawa peningkatan keamanan ini tanpa menaikkan banderol harga.