Pencarian

Menteri Bappenas: Jawa Tengah Akan Kembali Jadi Jangkar Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Pembangunan Desa Jadi Prioritas

Selasa, 09 Juni 2026 • 15:12:31 WIB
Menteri Bappenas: Jawa Tengah Akan Kembali Jadi Jangkar Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Pembangunan Desa Jadi Prioritas
Menteri Bappenas dan Gubernur Jawa Tengah berdiskusi percepatan pembangunan strategis di Semarang.

SEMARANG — Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sepakat untuk mempercepat pembangunan strategis di berbagai sektor guna mengembalikan posisi provinsi ini sebagai salah satu penopang utama perekonomian Indonesia. Pertemuan antara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (8/6/2026), menghasilkan sejumlah titik tekan pembangunan yang akan difokuskan ke depan.

Rachmat Pambudy menyebut Jawa Tengah memiliki posisi historis dan strategis yang sangat penting bagi perjalanan bangsa. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang cepat banyak terjadi di provinsi ini dan harus terus dioptimalkan.

"Saya merasa Jawa Tengah ini penting sekali. Jangkar Indonesia itu sebenarnya Jawa Tengah. Pertumbuhan ekonomi yang cepat juga banyak terjadi di Jawa Tengah," kata Rachmat dalam pertemuan tersebut.

Tenaga Kerja Ulet Jadi Modal Besar

Dalam diskusi tersebut, Rachmat mengaku terkesan dengan paparan Gubernur Ahmad Luthfi mengenai potensi sumber daya manusia di Jawa Tengah. Ia menilai tenaga kerja di provinsi ini memiliki keuletan, produktivitas, dan kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perkembangan ekonomi.

Potensi tersebut, menurut Rachmat, harus didukung dengan pembangunan yang lebih merata. Ia menekankan bahwa pembangunan tidak boleh hanya terpusat di kota-kota besar.

"Dari penjelasan Gubernur, saya semakin menyadari bahwa pembangunan yang harus dilakukan bukan dari Jakarta, bukan dari Semarang, tetapi dari desa-desa dan kawasan yang paling tertinggal. Ini sejalan dengan arah pembangunan nasional," ujarnya.

Infrastruktur dan Pertanian Jadi Prioritas Utama

Pertemuan tersebut juga membahas percepatan pembangunan infrastruktur strategis, mulai dari jalan, pelabuhan, hingga dry port untuk memperkuat konektivitas dan daya saing daerah. Gubernur Ahmad Luthfi menyebut dukungan dari Bappenas menjadi kunci untuk mempercepat pemerataan, terutama di kawasan Pantai Utara (Pantura) dan Pantai Selatan (Pansela).

Selain konektivitas jalan, pemerintah daerah juga mendorong penguatan sektor pertanian melalui peningkatan infrastruktur sumber daya air. Luthfi memaparkan bahwa dari luasan lahan sekitar 1,5 juta hektare, Jawa Tengah mampu menghasilkan sekitar 9,5 juta ton gabah pada 2025.

"Ke depan tantangan kita adalah musim kemarau yang semakin panjang, sehingga kami meminta dukungan agar embung-embung yang ada dapat dimaksimalkan," kata Luthfi.

Apa Langkah Selanjutnya?

Pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Tengah akan menyusun rencana aksi lanjutan untuk merealisasikan komitmen pembangunan yang telah disepakati. Fokus utama akan diarahkan pada penguatan kawasan tertinggal dan pembangunan infrastruktur pendukung ekonomi di desa-desa.

Bagikan
Sumber: puskapik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks