KENDAL — Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal kembali mencatatkan investasi baru. Dua perusahaan asing dan nasional mulai beroperasi setelah diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, pada Selasa (21/7).
PT DKV Printing: Investasi Rp480 Miliar Serap 500 Tenaga Kerja
Perusahaan pertama yang diresmikan adalah PT DKV Printing Indonesia, perusahaan asal Tiongkok yang bergerak di sektor percetakan berteknologi tinggi. Nilai investasi yang dikucurkan mencapai Rp480,64 miliar.
Pabrik ini difokuskan memproduksi label, kemasan, kotak sepatu, hingga material percetakan lainnya untuk memenuhi permintaan merek-merek global. Kehadirannya diproyeksikan menyerap sekitar 500 tenaga kerja lokal.
PT Foodindo Dwivestamas: Investasi Tambahan Rp249 Miliar
Pada hari yang sama, PT Foodindo Dwivestamas juga memulai operasionalnya di KEK Kendal. Perusahaan yang bergerak di industri makanan dan masakan olahan ini menambah nilai investasi lebih dari Rp249 miliar.
Dengan masuknya dua perusahaan ini, total investasi yang mengalir ke KEK Kendal pada hari itu mencapai Rp730 miliar.
Alasan Investor Asing Pilih Jawa Tengah
Ahmad Luthfi menyebut peresmian ini menjadi bukti bahwa Jawa Tengah tetap menjadi destinasi investasi yang dipercaya investor internasional di tengah dinamika geopolitik global. "Saya sebagai Gubernur Jawa Tengah mengucapkan terima kasih, hari ini telah dibuka perusahaan DKV," ujar Luthfi.
Menurutnya, masuknya industri berteknologi tinggi akan membawa dampak jangka panjang bagi sumber daya manusia (SDM) di Jawa Tengah. Transfer teknologi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi keuntungan utama yang tidak bisa diukur dari angka investasi semata.
"Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi yang mempunyai daya saing terkait tenaga kerja maupun investasi di Indonesia," tambahnya. Ia juga menyebut investor dari Singapura, Hong Kong, dan Korea Selatan terus menunjukkan minat tinggi untuk menanamkan modal di wilayah tersebut.
Strategi Pemprov Jatim: Percepatan Perizinan hingga Infrastruktur
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen menjaga iklim investasi yang kondusif. Langkah strategis yang disiapkan meliputi percepatan pelayanan perizinan, pembangunan infrastruktur pendukung di kawasan industri, kepastian hukum, serta penyediaan tenaga kerja yang kompeten sesuai kebutuhan industri modern.
Luthfi menegaskan bahwa pemerintah provinsi tidak hanya mengejar angka investasi, tetapi juga kualitas penyerapan tenaga kerja. Kehadiran perusahaan padat teknologi diharapkan mampu mendongkrak kompetensi SDM lokal secara berkelanjutan.