Google Earth Luncurkan Fitur Penerbangan Virtual Bebas Akses dari Browser

Penulis: Andi Pratama  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 09:30:02 WIB
Google Earth kini hadirkan fitur simulator penerbangan gratis langsung dari browser desktop.

Google akhirnya menghadirkan fitur yang sudah lama dinantikan: simulator penerbangan di Google Earth. Dalam pengumuman resminya pekan ini, raksasa teknologi itu menyatakan pengguna bisa menerbangkan pesawat virtual melintasi semua data lanskap yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun — secara gratis.

Terbang ke mana saja tanpa perlu unduh aplikasi

Fitur ini bisa diakses langsung melalui browser desktop. Tidak perlu mengunduh perangkat lunak tambahan atau aplikasi khusus. Cukup buka Google Earth di browser, pilih mode simulator, dan pengguna bisa langsung "terbang" di atas gunung, kota, hingga lautan.

Google Earth selama ini dikenal memiliki basis data geografis paling lengkap di dunia. Namun anehnya, baru sekarang perusahaan ini menyediakan cara yang interaktif dan imersif untuk menikmatinya. "Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali," tulis tim Google dalam pernyataannya.

Data lanskap raksasa yang akhirnya 'diterbangkan'

Google telah memetakan hampir seluruh permukaan Bumi melalui satelit, Street View, dan kontribusi pengguna. Data ini mencakup pegunungan, lembah, gedung pencakar langit, hingga detail topografi paling kecil. Dengan simulator ini, semua data itu bisa dinikmati dari perspektif pilot.

Pengguna bisa memilih rute penerbangan sendiri. Ingin terbang di atas Candi Borobudur, melintasi Selat Sunda, atau menyusuri gedung-gedung di Jakarta? Semua bisa dilakukan tanpa harus naik pesawat sungguhan.

Gratis dan tanpa batasan — selama terkoneksi internet

Tidak ada biaya langganan atau pembelian dalam aplikasi. Google tidak menyebutkan adanya batasan waktu terbang atau jumlah rute. Satu-satunya syarat adalah koneksi internet yang stabil, mengingat data peta dan rendering 3D membutuhkan bandwidth cukup besar.

Fitur ini belum tersedia di versi seluler Google Earth. Namun bagi pengguna di Indonesia yang memiliki akses ke komputer desktop atau laptop, ini bisa menjadi cara baru untuk belajar geografi, sekadar bersenang-senang, atau bahkan merencanakan perjalanan wisata dari udara.

Simulator penerbangan Google Earth bukanlah produk baru yang berdiri sendiri — ia merupakan tambahan fitur pada layanan yang sudah berusia lebih dari satu dekade. Tapi dengan akses gratis dan tanpa instalasi, langkah ini bisa menjadi pintu masuk bagi jutaan orang untuk lebih akrab dengan peta digital interaktif.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: xda-developers.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top