JAWA TENGAH — Gol bersejarah itu tercipta pada menit ke-34. Messi menjebol gawang Austria setelah memanfaatkan umpan matang dari lini tengah. Rekor tersebut sebelumnya dipegang legenda Jerman, Miroslav Klose.
Rekor ini memperpanjang daftar prestasi Messi di turnamen empat tahunan. Dengan gol ke-17 di Piala Dunia, ia kini sendirian di puncak daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa.
Pencapaian ini menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain terhebat yang pernah ada. Penonton di stadion memberi standing applause usai gol tersebut tercipta.
Argentina tampil dominan sejak menit awal. Skuad asuhan Lionel Scaloni menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 65 persen.
Angel Di Maria dan Lautaro Martinez menciptakan sejumlah peluang emas. Namun, kiper Austria tampil sigap menggagalkan setiap ancaman tersebut.
Austria beberapa kali mencoba menusuk lewat serangan balik cepat. Lini belakang Argentina yang dikawal Nicolas Otamendi masih terlalu solid untuk ditembus.
Unggul satu gol di babak pertama belum aman bagi Argentina. Tim raksasa Amerika Selatan itu diprediksi akan terus menekan di babak kedua untuk menambah keunggulan.
Messi sendiri diprediksi belum puas dengan satu gol. Peluangnya menambah pundi-pundi gol di babak kedua masih terbuka lebar.
Kemenangan di laga ini menjadi modal berharga bagi Argentina melaju ke fase berikutnya. Sementara Austria wajib bangkit jika ingin menjaga asa lolos dari grup.