KARANGANYAR — Kondisi memprihatinkan dialami SDN 3 Blumbang di Kecamatan Tawangmangu. Sekolah dasar negeri di kawasan lereng Lawu itu tercatat tidak memiliki satupun pendaftar murid baru untuk tahun ajaran depan.
Kepala SDN 3 Blumbang menyatakan bahwa situasi ini mendorong pihaknya untuk segera bergerak. Langkah konkret yang disiapkan adalah merancang program unggulan yang diharapkan bisa menjadi daya tarik bagi wali murid di sekitar.
Meski belum merinci detail seluruh program, kepala sekolah menegaskan bahwa inisiatif ini dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan pendidikan dasar di wilayah Tawangmangu. Program tersebut akan difokuskan pada peningkatan kualitas belajar dan kegiatan ekstrakurikuler yang relevan.
“Kami menyiapkan program unggulan untuk menarik minat orang tua murid mendaftarkan anaknya ke sekolah ini,” ujar Kepala SDN 3 Blumbang dalam keterangan yang diterima, baru-baru ini.
Fenomena sepinya peminat di SDN 3 Blumbang menjadi cerminan tantangan yang dihadapi sekolah-sekolah di daerah pedesaan. Beberapa faktor seperti menurunnya angka kelahiran, urbanisasi, dan persaingan dengan sekolah swasta atau lembaga pendidikan lain kerap menjadi penyebab utama.
Di Kecamatan Tawangmangu sendiri, persebaran sekolah dasar negeri dan swasta cukup merata. Orang tua cenderung memilih sekolah yang dinilai memiliki fasilitas lebih lengkap atau akses yang lebih mudah dijangkau.
Pihak SDN 3 Blumbang berencana menggencarkan sosialisasi ke lingkungan RT/RW dan posyandu sekitar. Program unggulan yang telah dirancang akan diperkenalkan langsung kepada wali murid potensial.
Selain itu, sekolah juga akan menggandeng pemerintah desa setempat untuk membantu menyebarkan informasi. Harapannya, angka partisipasi masyarakat terhadap SDN 3 Blumbang bisa kembali pulih pada tahun ajaran mendatang.