KEBUMEN — Sebanyak tujuh ruas jalan dan satu jembatan di Kecamatan Sadang masuk dalam daftar prioritas pembangunan infrastruktur Pemkab Kebumen untuk dua tahun ke depan. Proyek andalan yang paling dinanti adalah Jalan Lingkar Selatan Karangsambung–Sadang yang pembangunan tahap awalnya akan dimulai pada Tahun Anggaran 2026.
Bupati Lilis Nuryani memastikan jalan lingkar tersebut nantinya akan menghubungkan wilayah Kecamatan Sadang hingga perbatasan Kabupaten Banjarnegara. "Saya ingin Sadang menjadi kecamatan yang semakin maju dan sejahtera, tidak lagi tertinggal seperti dulu," ujarnya di hadapan ratusan jamaah Tabligh Akbar PCM Sadang.
Pada 2026, Pemkab Kebumen mengalokasikan anggaran untuk lima proyek strategis. Selain pembangunan tahap awal Jalan Lingkar Selatan Karangsambung–Sadang, terdapat perbaikan ruas Jalan Wadasmalang–Sadangkulon, Jalan Wadasmalang–Slipi, serta pemeliharaan Jembatan Wonosari Sadang.
Memasuki Tahun Anggaran 2027, pemerintah merencanakan kelanjutan jalan lingkar tersebut ditambah perbaikan ruas Jalan Sadangkulon–Cangkring, Jalan Sadangkulon–Srisip, dan peningkatan akses Jalan Sadangwetan–Kedunggong. Bupati menargetkan rangkaian proyek ini mampu meningkatkan konektivitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan selatan Kebumen.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Lilis tidak hanya berbicara soal pembangunan fisik. Ia menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Orang tua diminta lebih aktif mengawasi penggunaan telepon genggam oleh anak-anak.
"Anak-anak harus didorong untuk belajar dengan sungguh-sungguh demi masa depan mereka. Jangan sampai terlalu banyak menghabiskan waktu bermain handphone. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan salah satu kunci utama untuk mengurangi angka kemiskinan," tegas Bupati.
Bupati Lilis menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah yang dinilai memiliki kontribusi besar di Sadang melalui dakwah, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kegiatan sosial. Ia menilai Kecamatan Sadang memiliki potensi besar dari sisi keindahan alam dan kuatnya nilai gotong royong masyarakat.
Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat terus bersinergi dengan Pemkab Kebumen dalam memperkuat pelayanan publik dan mewujudkan pembangunan yang merata hingga wilayah perbatasan. "Karena itu saya sering berkunjung ke Sadang, bahkan sampai ke ujung Desa Kedunggong untuk menyerahkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sekaligus meninjau yayasan yang menangani ODGJ," ujarnya.