KARANGANYAR — Dua persoalan mendasar di daerah—alih fungsi lahan sawah dan sampah—menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Karanganyar usai mengikuti rapat koordinasi tingkat provinsi. Bupati Rober Christanto bersama Wakil Bupati Adhe Eliana hadir langsung dalam Rakor Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah dan Pengelolaan Sampah Jawa Tengah yang digelar di Semarang, Senin lalu.
Dalam rapat yang diikuti seluruh kepala daerah se-Jawa Tengah, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan pengendalian alih fungsi lahan sawah bukan sekadar soal administrasi tata ruang. Langkah ini strategis untuk menjaga ketersediaan lahan pertanian produktif, memperkuat ketahanan pangan, dan melindungi kesejahteraan petani. Hingga saat ini, 26 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah telah memenuhi target penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Daerah lainnya terus didorong untuk segera menyelesaikan target tersebut.
Selain lahan sawah, persoalan sampah menjadi sorotan utama dalam rakor tersebut. Pemerintah provinsi mendorong percepatan pengelolaan sampah melalui penerapan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF)—pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif. Teknologi ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir sekaligus menghasilkan energi yang lebih ramah lingkungan.
Bupati Karanganyar Rober Christanto, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sunarno, Kepala Dinas PUPR Asihno Purwadi, dan Kepala Dinas KUKM Transmigrasi ESDM Sriono Budi Santoso, menyatakan kesiapan daerahnya untuk bersinergi dengan provinsi. “Hasil rakor ini menjadi penguat arah pembangunan daerah yang berorientasi pada keberlanjutan,” demikian pernyataan yang dikutip dari rilis resmi.
Bagi masyarakat Karanganyar, komitmen perlindungan lahan pertanian diharapkan menjaga produksi pangan tetap stabil. Hal ini mendukung kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah. Sementara itu, penguatan sistem pengelolaan sampah menjadi langkah nyata menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi warga.
Pemerintah Kabupaten Karanganyar berkomitmen terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menghadirkan kebijakan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Langkah ini menjaga kelestarian lingkungan serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan demi Karanganyar yang semakin maju dan sejahtera.