JAWA TENGAH — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa skema insentif motor listrik akan difokuskan pada produk yang memiliki ekosistem pendukung lengkap, dengan pertimbangan utama pada aspek baterai. "Untuk produknya, salah satunya Alva, salah duanya Gesits," ujar Airlangga dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Jumat (14/8).
Alva dan Gesits sama-sama diproduksi di dalam negeri, menjawab kriteria insentif yang mensyaratkan produksi lokal. Fasilitas perakitan Alva berada di bawah naungan PT Ilectra Motor Group yang berlokasi di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Presiden Prabowo Subianto bahkan telah meresmikan langsung fasilitas produksi tersebut pada Kamis (13/8) dan mengapresiasi keberanian pengusaha swasta bersaing dengan merek China, Jepang, maupun Korea Selatan.
Sementara itu, pabrik perakitan Gesits dikelola oleh PT Gesits Motor Nusantara di Kawasan Industri WIKA, Cileungsi, Bogor. Perusahaan ini merupakan anak usaha dari PT Industri Baterai Indonesia (IBC) dan PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi, sehingga rantai pasoknya terintegrasi dengan industri baterai nasional.
Insentif ini merupakan bagian dari rencana besar pemerintah yang diumumkan Presiden Prabowo untuk memberikan stimulus bagi produksi satu juta unit motor listrik. Target tersebut dinilai strategis untuk menekan impor bahan bakar minyak (BBM) sekaligus mempercepat adopsi kendaraan listrik di masyarakat. Selain mengurangi biaya kepemilikan kendaraan, kebijakan ini dirancang untuk memperbesar industri motor listrik nasional beserta rantai pasok baterai, perangkat lunak, komponen, dan layanan purnajual.
Alva saat ini mengandalkan dua lini utama, yakni seri N3 yang lebih terjangkau dengan fitur Boost Charge, serta seri Cervo yang menyasar segmen performa lebih tinggi. Berikut daftar harga terbarunya:
Gesits hadir dengan rentang harga yang lebih ramah kantong dibandingkan Alva. Beberapa varian andalannya mencakup model G1 hingga seri Raya yang terbaru.
Hingga saat ini, pemerintah masih mengkaji mekanisme penyaluran insentif agar tepat sasaran. Kepastian mengenai besaran potongan harga dan teknis administrasi pembelian dijadwalkan menyusul setelah skema anggaran final.