PATI — Kesalahan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat membacakan sila kedua Pancasila dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi perbincangan hangat di kalangan warga. Namun, Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Kastomo, langsung angkat bicara dan meminta semua pihak untuk tidak memperpanjang persoalan tersebut.
Peristiwa itu terjadi di Alun-Alun Simpang Lima Pati. Saat membacakan teks Pancasila, Risma mengucapkan "Keadilan yang adil dan beradab", padahal bunyi yang benar adalah "Kemanusiaan yang adil dan beradab". Momen yang terekam dalam berbagai video amatir itu pun cepat menyebar di media sosial.
Kelelahan Akibat Agenda Padat Jadi Alasan
Kastomo menyebut kekeliruan tersebut merupakan hal yang manusiawi dan bisa terjadi pada siapa saja, terutama ketika seseorang sedang memimpin jalannya upacara di hadapan ribuan peserta. Ia lantas mengaitkan kesalahan itu dengan padatnya aktivitas sang Plt Bupati.
"Di bulan Agustus ini, selain Hari Jadi Pati juga ada HUT RI, kegiatannya sangat padat. Bapak Plt Bupati dalam sehari bisa menghadiri tiga kegiatan, sehingga saya sangat memaklumi kelelahan beliau," jelasnya, Rabu (19/8/2026).
Menurut Kastomo, alih-alih terus menyalahkan, masyarakat sebaiknya melihat kejadian ini sebagai bahan evaluasi. Ia mengingatkan bahwa momentum kemerdekaan seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat kebersamaan, bukan justru memicu perdebatan yang tidak produktif.
Ajakan Menjaga Kondusivitas dan Persatuan
Lebih lanjut, politisi tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Pati untuk mengedepankan persatuan. Ia menekankan bahwa suasana kondusif jauh lebih penting daripada memperdebatkan kesalahan yang sudah diakui oleh pihak terkait.
"Alhamdulillah, Pak Plt Chandra sudah memohon maaf kepada masyarakat Pati atas kesalahan dalam mengucapkan sila kedua tersebut. Sebagai warga Pati yang berbudaya Jawa, harapannya masyarakat bisa memaafkan," ujarnya.
Kastomo berharap polemik ini segera berakhir. Ia mengajak semua pihak untuk kembali fokus pada persoalan pembangunan dan kepentingan masyarakat Kabupaten Pati yang jauh lebih urgen untuk dikerjakan bersama.
"Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga Pati tetap kondusif. Kesalahan bisa menjadi bahan evaluasi agar ke depan tidak terulang kembali," katanya menambahkan.