7 Pesan Kakanwil Kemenag Jateng untuk 16 Kepala KUA Kebumen yang Baru Dilantik: Dari Arsip Hingga Kerja Sama Lintas Sektor

Penulis: Budi Santoso  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 02:56:31 WIB
Pelantikan 16 Kepala KUA se-Kabupaten Kebumen berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kebumen, Jumat (21/8/2026).

KEBUMEN — Pelantikan 16 Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Kebumen bukan sekadar seremonial pergantian pejabat. Di balik sumpah yang diucapkan, ada tuntutan besar untuk memastikan layanan keagamaan di tingkat kecamatan berjalan tertib, profesional, dan transparan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, melantik langsung para pejabat tersebut di Aula Kantor Kemenag Kebumen, Jumat (21/8/2026). Prosesi ini disaksikan oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin.

Integritas Diuji Setelah Sumpah Diucapkan

Pesan pertama yang ditekankan Saiful adalah menjadikan sumpah jabatan dan pakta integritas sebagai ruh pengabdian, bukan sekadar formalitas. Ia mengingatkan bahwa integritas seorang pejabat justru diuji dalam keputusan dan pelayanan sehari-hari, bukan hanya saat mengucapkan sumpah di atas panggung.

“Sumpah jabatan harus menjadi komitmen moral dan spiritual untuk bekerja secara jujur, bertanggung jawab, serta mengutamakan kepentingan masyarakat dan negara,” tegas Saiful dalam arahannya.

Administrasi Pernikahan dan Arsip Jadi Sorotan

Saiful secara khusus menyoroti pelayanan pencatatan pernikahan yang menjadi garda terdepan KUA. Ia meminta seluruh proses administrasi dilakukan cermat dan sesuai ketentuan, karena kesalahan kecil bisa berdampak pada kepastian dokumen dan kepercayaan publik.

Selain itu, pengelolaan arsip dinilai bukan perkara remeh. Dokumen yang tertata rapi dan terklasifikasi baik merupakan bagian dari tata kelola pemerintahan yang akuntabel. Hal ini akan mendukung kecepatan pelayanan sekaligus meminimalkan persoalan administrasi di kemudian hari.

Kepala KUA Diminta Bangun Tim dan Jaga Kebersihan Kantor

Seorang Kepala KUA tidak cukup hanya pandai mengelola administrasi. Saiful menekankan pentingnya membangun komunikasi, merawat kekompakan, dan menciptakan suasana kerja yang harmonis. Pelayanan publik yang baik, menurutnya, lahir dari tim yang solid, bukan kerja individu semata.

Kondisi fisik kantor juga menjadi perhatian. Para kepala KUA diminta menjaga kebersihan dan menata lingkungan kantor secara berkala. Ruang pelayanan yang bersih dan nyaman menjadi bagian penting dari pengalaman masyarakat saat berurusan dengan layanan pemerintah.

KUA Tidak Boleh Bekerja Sendiri

Pesan keenam menekankan kolaborasi lintas sektor. KUA didorong aktif membangun komunikasi dengan berbagai unsur di wilayah masing-masing, tidak terpisah dari dinamika sosial masyarakat. Setiap KUA juga diminta memiliki peta keagamaan untuk memahami karakteristik, potensi, dan kebutuhan pelayanan warganya.

“Dengan pemetaan yang baik, program tidak sekadar dijalankan berdasarkan rutinitas, tetapi dapat lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Terakhir, Saiful meminta para Kepala KUA mendukung program-program Kementerian Agama. Sebagai unit pelayanan terdepan di kecamatan, KUA memiliki posisi strategis untuk menerjemahkan kebijakan pemerintah agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Saiful mengucapkan selamat kepada seluruh pejabat yang baru dilantik dan berharap amanah ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: kebumen24.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top