PATI — Ratusan perwakilan organisasi kemasyarakatan, LSM, tokoh agama, dan tokoh masyarakat berkumpul di Alun-Alun Simpang Lima Kabupaten Pati pada Jumat, 21 Juli 2026 malam. Mereka menggelar doa bersama dan membacakan pernyataan sikap bersama.
Salah satu poin kesepakatan yang disuarakan dalam agenda tersebut adalah mengajak seluruh lapisan masyarakat berpartisipasi menjaga suasana daerah yang kondusif, aman, dan damai.
Eko Kuswanto, anggota Komisi D DPRD Pati yang turut hadir, menekankan pentingnya menjaga kondusivitas dan mengedepankan kepentingan masyarakat. Menurutnya, perbedaan pendapat saat menyampaikan aspirasi adalah hal yang wajar.
“Kita boleh berbeda organisasi, tetapi kita memiliki rumah yang sama, yaitu Kabupaten Pati. Karena itu, mari kita jaga bersama. Jangan sampai kepentingan kelompok mengalahkan kepentingan masyarakat,” ucap Eko dalam keterangannya, Jumat malam.
Dalam pernyataan sikapnya, aliansi masyarakat menegaskan dukungan terhadap kebebasan menyampaikan pendapat yang dijamin konstitusi. Namun, mereka secara tegas menolak penyampaian aspirasi yang dilakukan secara provokatif, intimidatif, anarkis, tidak beretika, serta berpotensi memecah belah masyarakat.
Poin tersebut menjadi bagian dari kesepakatan bersama yang dibacakan di hadapan peserta yang memadati area alun-alun. Doa bersama digelar sebagai wujud harapan agar Pati tetap aman dan damai.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya warga untuk merawat kerukunan di tengah dinamika sosial yang berkembang. Aliansi berharap pesan yang disampaikan dapat diindahkan oleh seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Pati.