SEMARANG — Sebanyak 1.000 lebih kader PKK se-Jawa Tengah telah mengikuti pelatihan usaha produktif yang digagas Tim Penggerak PKK bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng. Pelatihan terbaru yang berlangsung di Gedung D’Elang, Semarang, pada 22–24 Agustus 2026, memfokuskan diri pada pengolahan hasil perikanan.
Ketua TP PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengungkapkan pelatihan ini merupakan program berkelanjutan yang sudah berjalan sejak lama. Peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung mengubah bahan mentah menjadi produk siap jual.
"Ini sudah program kontinyu dengan Baznas. Pada kali ini kita banyak melihat hasil-hasilnya. Ada pengolahan ikan, ada kulit ikan menjadi kerupuk dan lain sebagainya," ujar Nawal usai menutup pelatihan, Senin (24/8/2026).
Pelatihan ini menjadi tulang punggung program Kapulaga (Kelompok Usaha Berbasis Keluarga). Lewat program tersebut, para kader didorong membentuk kelompok usaha mandiri yang mampu menopang ekonomi rumah tangga.
Nawal menegaskan, pemberian keterampilan saja tidak cukup. Peserta akan didampingi hingga produknya memenuhi standar legalitas, termasuk mengantongi izin PIRT dan sertifikat halal.
"Harapannya kader PKK bisa menjadi wirausahawan, bertransformasi dari mustahik menjadi muzakki, dan meningkatkan pendapatan keluarga," tegasnya.
Langkah ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dalam menekan angka kemiskinan. Data 2025 mencatat tingkat kemiskinan di provinsi ini sebesar 9,39 persen.
Ketua Baznas Jawa Tengah, Ahmad Darodji, menyebut program ini akan terus diperluas. Masih banyak masyarakat di daerah lain yang belum merasakan pelatihan serupa.
"Masih ada beberapa pelatihan lagi. Mereka yang belum mendapat kesempatan akan kami latih. Ini bagian dari program pengentasan kemiskinan yang dianggarkan Baznas," katanya.
Salah satu peserta, Etik Agustina dari Kabupaten Brebes, mengaku pelatihan ini membuka wawasan barunya. Ia telah menekuni usaha kue kering rumahan selama lebih dari satu dekade.
"Pelatihan ini membantu saya membuat inovasi menu baru. Harapannya semakin banyak peminat dan usaha saya bisa berkembang," ungkap Etik.
Kolaborasi TP PKK dan Baznas Jateng ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pelaku UMKM baru, memperkuat ekonomi keluarga, sekaligus menjadi strategi nyata dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah.