SEMARANG — Lonjakan drastis kebakaran hutan dan lahan melanda Jawa Tengah sepanjang musim kemarau tahun ini. Data BPBD Jawa Tengah mencatat 232 kejadian karhutla tersebar di 35 kabupaten/kota hingga 23 Agustus 2026, memaksa pemerintah daerah meningkatkan status kewaspadaan.
Dari total kejadian tersebut, sedikitnya 213 hektare hutan dan 194 hektare lahan hangus terbakar. Kebakaran juga melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) seluas 2,17 hektare. Taksiran kerugian sementara mencapai Rp23 miliar.
Klaten dan Sragen Jadi Penyumbang Kasus Terbanyak
Data BPBD menempatkan Kabupaten Klaten di posisi teratas dengan 31 kejadian, disusul Sragen 30 kejadian, dan Sukoharjo 18 kejadian. Wonogiri mencatat 17 kejadian, Boyolali 16 kejadian, serta Blora 14 kejadian.
Kabupaten Semarang mencatat 13 kejadian, Banyumas dan Kudus masing-masing 10 kejadian, serta Kota Tegal 8 kejadian. Sebaran ini menunjukkan titik api tidak hanya terkonsentrasi di wilayah selatan yang kering, tapi juga mulai merambah daerah pesisir utara.
Pemicu Kebakaran: Tebu dan Semak Belukar Kering
Kepala BPBD Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan menjelaskan, kebakaran didominasi lahan pertanian, khususnya perkebunan tebu, serta semak belukar yang mengering. Aktivitas manusia menjadi pemicu utama.
"Kebakaran lahan didominasi kebakaran lahan pertanian khususnya tebu dan semak belukar. Penyebabnya diduga karena human error, untuk lahan tebu biasanya untuk membersihkan selasar tebu saat panen," ujar Bergas.
Kebiasaan membersihkan sisa tebu dengan cara dibakar saat musim kemarau dinilai berisiko tinggi. Api mudah menjalar ke area lain karena kondisi vegetasi yang sangat kering.
Wagub Minta Warga Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengaku telah menerima laporan kebakaran dari sejumlah daerah, di antaranya Wonogiri dan Kudus. Ia meminta masyarakat menghentikan kebiasaan yang berpotensi memicu api.
"Kita harus antisipasi, kita harus menjaga betul. Kalau merokok jangan buang puntung rokok asal lempar, karena bisa menyebabkan kebakaran," kata Taj Yasin di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, Senin (24/8/2026).
Ia menegaskan kondisi kemarau yang semakin panas membuat lahan kering mudah terbakar. Kewaspadaan bersama dinilai menjadi kunci utama mencegah meluasnya karhutla ke wilayah lain.
Total 547 Kebakaran Sepanjang 2026
Secara keseluruhan, BPBD Jawa Tengah mencatat 547 kejadian kebakaran sepanjang 1 Januari hingga 23 Agustus 2026. Rinciannya, 232 kejadian merupakan karhutla dan 315 kejadian lainnya adalah kebakaran gedung serta permukiman.
Peningkatan kasus karhutla terlihat jelas seiring masuknya periode kemarau pada Juni, Juli, dan Agustus. Dibanding periode sama tahun 2025, persentase kenaikannya mencapai sekitar 700 persen.
Pemerintah daerah bersama BPBD terus mendorong upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar bagi masyarakat serta lingkungan.