KUDUS — Sebanyak puluhan unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kini resmi dikelola kelompok tani di Kabupaten Kudus. Bantuan yang diserahkan Bupati Sam’ani Intakoris di Gedung Pertanian Kecamatan Undaan itu berasal dari Kementerian Pertanian (Kementan) Tahun 2026 serta dukungan APBD Kabupaten Kudus.
Bupati Sam’ani menyebut para petani adalah pahlawan pangan. Menurutnya, meskipun Kudus bukan kabupaten luas, semangat petaninya mampu menjaga ketahanan pangan daerah.
“Kabupaten Kudus memang tidak besar, tetapi semangat para petaninya luar biasa. Mari kita jaga dan manfaatkan bantuan ini bersama-sama agar terus mampu mempertahankan swasembada pangan,” ujarnya.
Dari Kementan, bantuan yang disalurkan meliputi 16 unit traktor roda dua, lima unit traktor roda empat, dan tiga unit traktor roda empat khusus untuk Brigade Alsintan. Selain itu, terdapat sembilan unit pompa air 6 inci, 16 unit pompa air 3 inci, serta satu unit combine harvester.
Adapun dari APBD Kabupaten Kudus, Dinas Pertanian dan Pangan menambahkan lima unit pompa air 8 inci, dua unit combine harvester, dan satu unit traktor roda empat untuk Brigade Alsintan. Seluruh alat ini didistribusikan kepada Poktan, Gapoktan, UPJA, dan Brigade Alsintan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Didik Tri Prasetiyo menjelaskan, kebutuhan mekanisasi di tingkat petani menjadi alasan utama penyaluran bantuan ini. Penggunaan alsintan dinilai mampu mempercepat proses budidaya hingga panen.
“Mekanisasi sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi, mempercepat proses budi daya, serta menekan kehilangan hasil panen,” ungkap Didik.
Pihaknya akan terus mendampingi kelompok penerima bersama penyuluh pertanian. Pendampingan ini bertujuan memastikan pemanfaatan alat sesuai kebutuhan di lapangan.
Bupati Sam’ani menegaskan seluruh bantuan ini diberikan tanpa pungutan apa pun. Ia meminta petani segera melapor jika ada pihak yang meminta imbalan dalam proses penyaluran maupun pemanfaatan alat.
“Jangan sampai bantuan pemerintah justru dibebani dengan pungutan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar alsintan dikelola secara bersama, bukan untuk kepentingan pribadi. Kelompok penerima bertanggung jawab atas perawatan alat agar manfaatnya berkelanjutan.
“Kalau ada kendala dalam penggunaannya, komunikasikan dengan Dinas Pertanian agar bisa segera ditindaklanjuti,” jelas Sam’ani.
Bupati menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertanian atas perhatian terhadap sektor pertanian di Kudus. Bantuan alsintan ini diharapkan memperkuat produksi pangan daerah secara berkelanjutan.
“Terima kasih Pak Prabowo atas perhatian dan bantuannya kepada para petani di Kabupaten Kudus. Kepada para penerima, kami titip, gunakan bantuan ini sebaik-baiknya, dirawat dan dimanfaatkan untuk kepentingan bersama,” tuturnya.