JAWA TENGAH — Obscura VPN memperluas jangkauannya ke ekosistem desktop dengan merilis aplikasi native untuk Windows 10 dan 11. Langkah ini menjawab permintaan pengguna yang selama ini hanya bisa menikmati layanan tersebut di perangkat Mac, iOS, dan Android.
Perusahaan juga mengumumkan peningkatan batas perangkat aktif dari 3 menjadi 5 secara gratis untuk semua pelanggan. Kebijakan ini berlaku otomatis tanpa perlu mengubah pengaturan akun.
Berbeda dari VPN konvensional yang memakai satu server, Obscura mengandalkan sistem dua relay. Server pertama mengenali identitas pengguna tetapi tidak tahu situs yang dikunjungi, sedangkan server kedua mengetahui tujuan lalu lintas tanpa mengenali penggunanya.
Pemisahan ini memastikan pihak Obscura sekalipun tidak bisa menghubungkan aktivitas internet ke identitas personal pengguna.
Layanan ini juga memakai teknik obfuskasi QUIC untuk menyamarkan lalu lintas VPN. Hasilnya, koneksi sulit dideteksi dan diblokir oleh administrator jaringan maupun sensor internet ketat.
Klaim privasi tersebut baru saja lolos audit independen pertama. Hasilnya mengonfirmasi infrastruktur yang dipakai aman dan kebijakan zero-logs benar-benar diterapkan dalam praktik nyata.
"Windows adalah platform yang paling banyak diminta," ujar Carl Dong, pendiri Obscura, kepada TechRadar. "Hari ini kami menghadirkan aplikasi native yang sudah termasuk dalam setiap langganan, dan menaikkan batas perangkat semua pengguna dari 3 menjadi 5, gratis."
Keputusan mendukung Windows 10 dan 11 sekaligus menjadi pertimbangan aksesibilitas. Sekitar sepertiga pengguna Windows masih memakai sistem operasi lawas, dan Obscura menegaskan bahwa "alat privasi tidak seharusnya menuntut PC baru."
Untuk merayakan peluncuran desktop, Obscura menawarkan potongan harga 25 persen dengan kode promo WINDOWS26 saat checkout. Kode ini berlaku untuk pelanggan baru maupun yang sudah berlangganan.
Bagi pengguna di luar ekosistem Microsoft, aplikasi native Linux sedang dalam pengembangan. Obscura telah membuka daftar tunggu untuk akses awal.
Obscura VPN cocok untuk pengguna yang mengutamakan privasi berlapis dan kerap berpindah perangkat. Dengan batas lima koneksi simultan, pengguna bisa mengamankan ponsel, tablet, dan desktop tanpa perlu log out dari sesi aktif.
Layanan ini juga relevan bagi pengguna di Indonesia yang menghadapi pembatasan akses internet, berkat teknik obfuskasi yang menyulitkan deteksi VPN. Namun, perlu dicatat bahwa kecepatan koneksi bisa sedikit berkurang karena lalu lintas melewati dua server sekaligus.