JAWA TENGAH — Nama Isa Warps telah terdaftar dalam skuad senior Standard Femina di situs resmi klub. Ini menjadi klub ketiga yang ia bela di Belgia setelah sebelumnya memperkuat KRC Genk Ladies pada musim 2022-23 hingga 2023-24. Sebelum berlabuh di Standard Femina, ia sempat kembali ke Belanda untuk bermain bersama NAC Breda.
Debut Manis Bersama Garuda Pertiwi
Kiprah Isa di kancah internasional langsung mencuri perhatian. Debutnya bersama Timnas Putri Indonesia terjadi pada 29 Juni 2025 saat menghadapi Kirgizstan. Ia langsung mencetak satu-satunya gol yang memastikan kemenangan 1-0 untuk Indonesia.
Gol tersebut mengukuhkan posisinya sebagai andalan lini depan Garuda Pertiwi. Sejak saat itu, ia rutin dipanggil memperkuat timnas dalam berbagai pertandingan internasional.
Perjalanan Karier dari Belanda ke Belgia
Karier sepak bola Isa dimulai sejak usia sembilan tahun di akademi De Ball Schoppen. Ia kemudian melanjutkan pengembangan bakatnya ke FC Eindhoven dan RKSV Nuenen sebelum menembus level senior. Pengalamannya di kompetisi Eropa, baik di Belanda, Jerman, maupun Belgia, menjadi modal berharga bagi kariernya.
Kepindahan ke Standard Femina diyakini akan memberikan panggung yang lebih besar. Klub tersebut merupakan salah satu kekuatan utama sepak bola wanita Belgia, sehingga persaingan untuk mendapatkan tempat di skuad utama dipastikan ketat.
Jalur Naturalisasi dan Akar Indonesia
Isa Warps lahir di Veldhoven, Belanda pada 3 Juni 2005. Ia memiliki darah Indonesia dari sang ayah, dengan nenek dari pihak ayahnya, Fhilhomena Rouschop, yang lahir di Padang, Sumatra Barat. Proses naturalisasinya rampung pada 10 Juni 2025.
Pada hari tersebut, Isa bersama Iris de Rouw, Emily Nahon, dan Felicia de Zeeuw resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) setelah menjalani pengambilan sumpah. Status tersebut menjadi pintu masuknya untuk membela Timnas Putri Indonesia di pentas internasional.
Target dan Tantangan di Standard Femina
Bergabung dengan Standard Femina membuka peluang Isa untuk tampil di kompetisi level tertinggi Eropa, termasuk Liga Champions Wanita. Pengalaman bermain di liga yang lebih kompetitif ini diharapkan semakin mengasah kemampuannya. Hal itu tentu menjadi kabar baik bagi Timnas Putri Indonesia yang membutuhkan pemain dengan jam terbang tinggi di Eropa.
Dengan usia yang masih muda, 20 tahun, potensi perkembangan Isa masih sangat besar. Kepindahan ini menjadi langkah strategis untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi maksimal bagi timnas di turnamen-turnamen mendatang.