JAWA TENGAH — Jakarta — Peraih emas Olimpiade Paris 2024 itu mengaku siap bertarung maksimal di pesta olahraga antarnegara Asia tersebut. Meski harus berkompetisi di kelas yang bukan spesialisasinya, lifter asal Serang, Banten, ini tetap memegang prinsip menikmati setiap pertandingan.
Alasan Rizki Rela Pindah ke Kelas 85 Kg
Keputusan ini bukan tanpa alasan. Regulasi Asian Games membatasi hanya satu atlet per negara di setiap kelas. Dengan begitu, Rizki memilih naik kelas agar Rahmat Erwin Abdullah tetap bisa tampil di kelas yang lebih ringan.
"Ini Asian Games pertama saya dan akan bertanding maksimal karena saya di kelas 85 kilogram karena bertukar dengan senior saya, bang Rahmat [Erwin Abdullah] karena jatahnya satu orang [dari satu negara] per kelas," kata Rizky di Jakarta, Rabu (9/9).
Target Emas dan Tekanan dari Pemerintah
Target yang diberikan pemerintah maupun PB PABSI jelas: emas. Namun, Rizki tak mau larut dalam tekanan. Ia justru memilih pendekatan berbeda jelang kompetisi yang digelar di Jepang tersebut.
"Saya akan tetap bawa enjoy, walaupun dari pemerintah dan PB PABSI harus dapat emas, saya enjoy saja dan berusaha yang terbaik untuk Indonesia," ia menegaskan.
Fokus Pemulihan Bahu dan Target Berat Badan
Saat ini prioritas Rizki adalah pemulihan cedera bahu yang sempat mengganggu. Ia juga tengah mengejar kenaikan berat badan ideal sebelum bertanding. Posisinya kini di angka 78 kilogram dan ditargetkan mencapai 80 kg.
"Paling sekarang pijat saja dan jaga pola makan untuk naik berat badan. Sekarang ada di posisi 78 kg dan target ke 80 kg untuk berat badan," ucapnya.
Rencana Turun Kelas untuk Olimpiade 2028
Perjalanan Rizki di kelas 85 kg hanya bersifat sementara. Pemegang rekor dunia di kelas 79 kg itu sudah menyiapkan peta jalan panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Setelah Asian Games usai, ia akan kembali ke kelas yang lebih ringan demi peluang emas yang lebih besar.
"Setelah Asian Games ini saya akan turun kelas lagi ke 73 kilogram untuk Kualifikasi Olimpiade," tutur Rizki.
Asian Games 2026 akan menjadi pembuktian pertama Rizki di ajang multicabang bergengsi. Sebelumnya, pada edisi 2022 Hangzhou, ia terpaksa absen karena menjalani operasi usus buntu.