JAWA TENGAH — Kabar ini menjadi kejutan positif bagi tim asuhan Lucio Cecchinello. Target awal pemulihan Zarco adalah kembali pada September, tetapi progres rehabilitasi yang melampaui ekspektasi membuat jadwalnya dimajukan hampir dua pekan lebih cepat.
Enam Seri Terlewat, Pemulihan Non-Bedah Terbukti Efektif
Kecelakaan di Barcelona memaksa Zarco melewatkan enam Grand Prix beruntun. Cedera ligamen lutut kirinya ditangani tanpa operasi, sebuah keputusan berisiko yang kini mulai membuahkan hasil.
Alih-alih hanya menjalani fisioterapi, rider nomor 5 itu meningkatkan porsi latihannya dengan menggeber motor Supermoto dan Honda CBR1000RR. Dua jenis motor tersebut dipilih untuk menguji fleksibilitas serta beban yang ditumpu lutut kirinya saat pengereman dan kemiringan.
Pemeriksaan Medis di Aragon Jadi Penentu Terakhir
Zarco dijadwalkan terbang ke Aragon dan menjalani tes medis wajib pada Kamis (27/8). Jika dinyatakan fit, ia langsung berkompetisi tanpa sesi pemanasan tambahan di luar jadwal resmi MotoGP.
Keputusan tim medis akan menjadi penentu apakah Zarco benar-benar tampil di sesi latihan bebas pertama, atau harus menunggu seri berikutnya. Namun, keyakinan tinggi sudah ditunjukkan sang pembalap Prancis dengan meminta izin bertolak lebih awal ke sirkuit.
Dampak bagi Castrol Honda LCR di Sisa Musim
Kepulangan Zarco memberi angin segar bagi garasi LCR yang selama enam seri terakhir hanya mengandalkan satu pembalap reguler. Kehadirannya juga penting untuk pengembangan teknis motor Honda RC213V, terutama dalam hal feedback setelan elektronik dan karakter ban belakang.
Dengan sisa musim yang masih menyisakan beberapa putaran, Zarco punya pekerjaan rumah besar: mengembalikan kepercayaan diri setelah cedera serius sekaligus membantu tim mengumpulkan poin di klasemen konstruktor.
“Selamat datang kembali, Johann. Kami tak sabar melihatmu lagi di paddock,” demikian pernyataan resmi Castrol Honda LCR yang dikutip dari laman MotoGP.com.