JAWA TENGAH — Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan risiko perjalanan ke kawasan pegunungan Himalaya, terutama di musim hujan. Bagi Anda yang berencana trekking atau ziarah ke Gunung Kailash, memahami situasi terkini di jalur perbatasan ini menjadi langkah awal yang krusial sebelum memastikan keselamatan perjalanan.
Otoritas penanggulangan bencana Nepal melaporkan 3.253 orang berhasil dievakuasi menggunakan helikopter. Lebih dari 150 korban luka telah dibawa ke rumah sakit di Kathmandu serta distrik Rasuwa, Nuwakot, dan Dhading.
Data lokal mencatat korban hilang mencakup 113 wisatawan Nepal dan 85 personel keamanan dari militer serta kepolisian. Di sisi China, Kabupaten Gyirong, Tibet, mencatat tiga orang meninggal dan 558 orang hilang, di mana 260 di antaranya merupakan warga negara asing.
India menjadi negara dengan jumlah warga yang belum berhasil dihubungi paling banyak, yaitu 288 orang. Sebanyak 73 di antaranya diketahui bekerja dalam proyek pembangkit listrik, sementara lainnya sedang dalam perjalanan menuju Gunung Kailash di Tibet.
Amerika Serikat melaporkan 90 warganya belum diketahui keberadaannya di Nepal dan China, dengan tiga orang berhasil diselamatkan. Malaysia mencatat 51 warga hilang berdasarkan data Dewan Pariwisata Nepal, sementara Ukraina melaporkan 55 orang belum ditemukan termasuk sejumlah wisatawan dalam rombongan.
Australia mencatat 39 warga hilang dan Inggris melaporkan 33 orang belum ditemukan. Kanada kehilangan kontak dengan 25 warganya, dan Korea Selatan melaporkan sembilan orang yang bekerja dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga air di Nepal.
Operasi pencarian terus berlangsung di kawasan pegunungan dengan kondisi medan yang tidak mudah. Kerusakan jalan dan infrastruktur membuat akses menuju beberapa lokasi terdampak menjadi terbatas, sementara gangguan komunikasi memperlambat proses pencocokan data korban.
Pemerintah Nepal dan China bersama perwakilan negara asing terus berupaya mengumpulkan informasi dari berbagai pihak, termasuk otoritas setempat, untuk memperbarui data korban yang masih berubah seiring berlangsungnya pencarian.
Bagi traveler yang merencanakan perjalanan ke Nepal atau Tibet dalam waktu dekat, penting untuk memantau informasi resmi dari otoritas setempat dan kedutaan negara masing-masing. Jalur perbatasan ini merupakan rute populer untuk trekking dan ziarah, namun kondisi cuaca ekstrem dapat mengubah situasi dengan cepat.
Pastikan Anda terdaftar di kedutaan atau konsulat negara asal saat berada di kawasan rawan bencana, dan selalu informasikan rencana perjalanan kepada keluarga atau kerabat di rumah. Informasi terkini mengenai kondisi jalur dan keselamatan dapat dikonfirmasi melalui kantor pariwisata setempat atau perwakilan diplomatik.