BATANG — Para pelaku usaha yang mengikuti program berasal dari beragam jenis bisnis. Mulai dari warung kopi, penjual teh dan kopi, toko pakaian, pedagang sayur, hingga usaha yang menawarkan produk khas desa.
Pendampingan dilakukan lewat kunjungan langsung ke calon peserta pada minggu kedua dan ketiga pelaksanaan kegiatan. Dalam kunjungan awal itu, mahasiswa memperkenalkan manfaat QRIS dan Google Maps sekaligus menawarkan pendampingan bagi pelaku usaha yang berminat.
Setelah pelaku usaha menyatakan kesediaan, mahasiswa kembali datang untuk membantu proses pembuatan QRIS dan pencantuman lokasi usaha pada Google Maps. Edukasi cara menggunakan QRIS dalam transaksi sehari-hari juga diberikan agar pelaku usaha terbiasa dengan pembayaran non-tunai.
Salah satu manfaat yang paling terasa adalah hadirnya lokasi usaha di Google Maps. Sebelumnya, sejumlah usaha di Desa Kembanglangit lebih banyak dikenal oleh masyarakat sekitar. Setelah titiknya terpasang di peta digital, calon konsumen dari luar desa bisa menemukan toko atau warung dengan lebih mudah.
Ketika seseorang mencari produk atau tempat tertentu lewat layanan peta digital, informasi keberadaan UMKM dapat menjadi pintu awal untuk mengenal hingga mengunjungi usaha tersebut. QRIS, di sisi lain, memberi alternatif pembayaran yang lebih praktis dan mengikuti kebiasaan konsumen yang semakin akrab dengan transaksi non-tunai.
Digitalisasi tidak hanya berhenti pada sistem pembayaran dan peta lokasi. Mahasiswa KKNT juga mendampingi pembuatan label dan kemasan produk UMKM Desa Kembanglangit. Langkah ini bertujuan membangun identitas produk yang lebih kuat sekaligus meningkatkan daya tarik di mata konsumen.
Label dapat menampilkan informasi serta identitas usaha. Kemasan yang lebih tertata diharapkan memberi kesan lebih profesional dan menarik. Khusus produk khas desa, penguatan label dan kemasan juga menjadi sarana memperkenalkan karakter produk lokal kepada konsumen yang lebih luas.
Program digitalisasi ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa UNDIP dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, terutama tujuan ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta tujuan ke-9 mengenai industri, inovasi, dan infrastruktur.
Dosen pendamping lapangan, Mj Rizqon Hasani, S.Hum., M.I.Kom., berharap langkah-langkah tersebut dapat menjadi fondasi awal bagi penguatan UMKM di Desa Kembanglangit. Dengan pendampingan yang menyentuh transaksi, pemasaran, hingga tampilan produk, usaha lokal diharapkan semakin siap bersaing di ruang digital.