Pencarian

24 Pelaku UMKM Desa Tlogorejo Demak Dilatih Digitalisasi, dari Kemasan hingga Transaksi QRIS

Senin, 31 Agustus 2026 • 07:31:31 WIB
24 Pelaku UMKM Desa Tlogorejo Demak Dilatih Digitalisasi, dari Kemasan hingga Transaksi QRIS
pelaku UMKM Desa Tlogorejo, Demak, mengikuti pendampingan digitalisasi usaha di Balai Desa Tlogorejo, Kamis (13/8/2026).

DEMAK — Mayoritas pelaku UMKM di Desa Tlogorejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, masih terbiasa menjual produk secara langsung dari rumah ke rumah atau menitipkan dagangannya ke pedagang pasar. Kebiasaan itu membuat jangkauan pemasaran mereka sempit dan sulit berkembang. Kondisi inilah yang mendorong mahasiswa KKN UPGRIS menggelar pendampingan digitalisasi usaha di Balai Desa Tlogorejo, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan yang diikuti 24 pelaku UMKM ini berfokus pada empat hal utama: penguatan kemasan produk, pembuatan identitas visual atau logo, strategi pemasaran digital, serta pengenalan sistem pembayaran nontunai melalui QRIS. Para mahasiswa juga memperkenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu pelaku usaha membuat desain produk yang lebih rapi tanpa perlu keahlian khusus.

Mayoritas Masih Andalkan Jualan dari Rumah ke Rumah

Pendampingan tersebut berangkat dari temuan mahasiswa di lapangan. Sebagian besar pelaku UMKM di Desa Tlogorejo belum memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produknya. Mereka masih mengandalkan metode konvensional yang hasilnya terbatas pada konsumen di sekitar lingkungan tempat tinggal.

Kebiasaan bertransaksi tunai juga masih melekat. Oleh karena itu, mahasiswa memperkenalkan QRIS sebagai langkah awal digitalisasi yang paling sederhana dan bisa langsung dipraktikkan. Sistem pembayaran ini dinilai relevan untuk usaha skala kecil karena tidak membutuhkan modal tambahan dan mudah digunakan.

Dari QRIS hingga Desain Produk Berbantuan AI

Kenang, salah satu pemateri dari mahasiswa KKN UPGRIS, mengatakan digitalisasi tidak harus dimulai dari hal yang besar. Pelaku usaha cukup memulainya dari kebutuhan paling mendasar, yakni bagaimana pembeli bisa membayar secara non-tunai.

"Kami memberi ilmu yang kami punya dalam digitalisasi. Tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Langkah sederhananya bisa dimulai lewat penggunaan QRIS, kemudian dilanjutkan dengan pemanfaatan AI untuk membantu membuat desain produk yang lebih rapi," jelas Kenang, dalam keterangan tertulis, Minggu (30/8/2026).

Sementara itu, materi pengembangan kemasan dan pemasaran online disampaikan Nely Amania. Pelaku UMKM diajak memahami pentingnya kemasan dan identitas visual produk sebagai daya tarik pertama bagi calon pembeli. Mereka juga diberi praktik langsung cara memanfaatkan media digital untuk memperluas pasar.

Tidak Cuma Materi, Pelaku UMKM Langsung Didampingi Pasang QRIS

Program ini tidak berhenti pada penyampaian materi di dalam ruangan. Mahasiswa memberikan pendampingan lanjutan bagi pelaku usaha yang ingin segera mengaktifkan QRIS. Dengan begitu, para peserta bisa langsung mempraktikkan sistem pembayaran tersebut dalam aktivitas jual beli sehari-hari.

Mak Lien, salah satu pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru yang sebelumnya belum ia pahami. Menurutnya, pemahaman soal pemasaran dan teknologi bisa membantu pelaku usaha memperkenalkan produknya ke lebih banyak konsumen.

"Kegiatan seperti ini membantu kami yang sebelumnya belum terlalu memahami pemasaran dan penggunaan teknologi. Jadi, kami bisa belajar perlahan bagaimana agar usaha kami bisa lebih dikenal," kata Mak Lien.

Digitalisasi UMKM di desa memang kerap terhambat oleh keterbatasan pengetahuan dan kebiasaan lama. Pendampingan langsung seperti yang dilakukan mahasiswa KKN UPGRIS ini menjadi jembatan bagi pelaku usaha kecil untuk mulai beradaptasi dengan teknologi, tanpa harus meninggalkan cara-cara lama yang masih berjalan.

Follow pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: joglojateng.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks