SEMARANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang mengeluarkan peringatan dini rob untuk wilayah Pantai Utara Jawa Tengah, Selasa (8/9/2026). Potensi banjir pesisir ini dipicu oleh aktivitas pasang air laut yang diprakirakan terjadi pada pukul 03.00-08.00 WIB.
Informasi peringatan dini bernomor B/ME.01.02/241/KTJM/IX/2026 itu ditujukan bagi masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di kawasan pesisir Pantura.
Prakirawan BMKG, Lessy Andari, menyebut dampak rob dapat mengganggu sejumlah aktivitas masyarakat di kawasan pesisir. Transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir menjadi salah satu sektor yang paling mungkin terdampak.
Aktivitas petani garam dan perikanan darat juga berpotensi mengalami gangguan. Kegiatan bongkar muat di pelabuhan turut disebut bakal terhambat selama periode pasang maksimum berlangsung.
"Masyarakat pesisir pantai dihimbau waspada terhadap peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum yang berpotensi menyebabkan fenomena banjir pesisir (rob) yang diprediksi terjadi pada tanggal 8 September 2026 pukul 03.00-08.00 WIB di Pesisir Utara Jawa Tengah," kata Lessy dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).
BMKG menjelaskan potensi rob dipicu oleh aktivitas pasang air laut yang dapat memenuhi dinamika pesisir di wilayah Pantai Utara Jawa Tengah. Kondisi ini menyebabkan genangan di daratan yang lebih rendah dari permukaan laut saat puncak pasang.
Masyarakat diminta untuk selalu waspada dan siaga mengantisipasi dampak dari banjir pesisir. BMKG juga mengimbau warga untuk memperhatikan pembaruan informasi cuaca maritim dari kanal resmi BMKG.