Pencarian

Bupati Kebumen Janji Ganti Armada Atlet POPDA 2026 Usai Mikrobus Dikritik, 321 Personel Dikirim ke Semarang

Kamis, 03 September 2026 • 21:14:01 WIB
Bupati Kebumen Janji Ganti Armada Atlet POPDA 2026 Usai Mikrobus Dikritik, 321 Personel Dikirim ke Semarang
Bupati Kebumen memimpin rapat evaluasi pelaksanaan POPDA 2026 di Aula Disdikpora Kebumen, Kamis (3/9/2026).

KEBUMEN — Rapat evaluasi pelaksanaan POPDA tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 digelar di Aula Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kebumen, Kamis (3/9/2026). Pertemuan yang dipimpin langsung Bupati Kebumen itu membahas sorotan publik terhadap fasilitas transportasi kontingen yang diberangkatkan menuju Semarang menggunakan mikrobus engkel.

Rasa Sedih Bupati Lihat Armada Atlet

Bupati Kebumen mengaku prihatin atas kondisi tersebut. Ia menilai persoalan ini muncul akibat komunikasi yang tidak berjalan antara perangkat daerah dan pimpinan.

"Jangankan Pak Sujud, saya seorang ibu juga sedih melihat kendaraan seperti itu. Mengapa tidak ada komunikasi? Saya merasa anak-anak itu seperti anak saya sendiri. Harus ada rasa nyaman, karena mereka membawa nama Kebumen," ujar Bupati dalam keterangan yang diterima redaksi.

Kepala daerah tersebut juga mengaku tidak menerima undangan resmi saat proses pelepasan kontingen. Padahal, koordinasi awal diperlukan untuk menilai kelayakan fasilitas sebelum keberangkatan.

321 Personel Tersebar di 14 Venue

Kabid Kepemudaan dan Olahraga Disdikpora Kebumen Tri Mujiyanto memaparkan kondisi kontingen dalam ajang dua tahunan tersebut. Tahun ini, Kebumen memberangkatkan 248 atlet dari alokasi dinas, 16 atlet mandiri, serta 57 pelatih dan official.

Selain itu, kontingen juga didampingi tujuh unsur dinas dan lima panitia pelaksana. Mereka ditempatkan di penginapan BPBMP Semarang dan bertanding pada 18 cabang olahraga yang tersebar di Kendal, Pati, dan Kota Semarang.

Jumlah cabor tahun ini bertambah dari 16 menjadi 18. Kebijakan baru yang memungkinkan juara satu dan dua cabor beregu lolos ke tingkat provinsi turut meningkatkan potensi jumlah atlet yang turun.

Selisih Anggaran Rp229 Juta dan Alasan Mikrobus

Pelaksanaan POPDA 2026 digelar dalam satu tahap penuh selama enam hari, yakni 1—6 September 2026. Kondisi ini berbeda dari tahun sebelumnya yang terbagi dua tahap berdasarkan jenjang pendidikan.

Alokasi awal dalam DPA untuk tingkat provinsi tercatat Rp391.051.600. Namun, kebutuhan riil berdasarkan perhitungan lapangan mencapai Rp620.192.000, sehingga terdapat selisih sekitar Rp229.140.400.

Selisih tersebut antara lain terjadi pada komponen angkutan, konsumsi, dan seragam. Dinas menjelaskan, pemilihan mikrobus dilakukan dengan mempertimbangkan efisiensi anggaran dan fleksibilitas mobilitas harian kontingen yang tersebar di 14 titik venue.

Meski begitu, Disdikpora mengakui adanya kekurangan dalam perencanaan mitigasi risiko di lapangan. Pihak dinas menyampaikan permohonan maaf atas kondisi yang sempat menjadi perhatian publik.

Kritik Pegiat Olahraga dan Hasil Sementara

Ketua Perbati Sujud Sugiarto menilai kenyamanan atlet seharusnya menjadi prioritas utama. Menurutnya, para pelajar tersebut berjuang untuk membawa nama baik daerah di tingkat provinsi.

"Ini atlet untuk membawa nama baik Kebumen. Yang mengelola anggaran mestinya melihat perubahan atau dinamika di lapangan. Karena ini evaluasi, maka tahun depan jangan terjadi lagi," kata Sujud.

Menanggapi masukan tersebut, Bupati menegaskan langkah perbaikan akan segera direalisasikan. "Insyaallah ke depan akan diperbaiki. Karena bagaimanapun itu anak-anak kita yang akan mengharumkan nama Kebumen. Saya sebagai Bupati, nanti bus-busnya akan saya ganti," pungkasnya sebelum meninjau langsung kontingen di Semarang.

Hingga Kamis (3/9/2026), kontingen Kebumen telah mengumpulkan 12 medali yang terdiri atas empat emas, dua perak, dan enam perunggu. Raihan tersebut menempatkan Kebumen sementara di peringkat ke-11 tingkat Jawa Tengah.

Follow pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kebumen24.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks