Bekas Tukang Kebun di Pemalang Sulap Koleksi Pribadi Jadi Lapak Baca Gratis di Alun-Alun Moga

Penulis: Budi Santoso  •  Selasa, 08 September 2026 | 08:01:02 WIB
Raihan Hafiz membuka lapak baca gratis bernama Lapak MBG di Alun-Alun Moga, Pemalang, dari koleksi buku pribadinya.

PEMALANG — Berawal dari tumpukan buku pribadi di rumah, Raihan Hafiz membuka ruang baca publik gratis di Alun-Alun Moga. Pemuda yang sebelumnya bekerja sebagai tukang kebun di perumahan ini ingin menjemput bola literasi di kampung halamannya.

Lapak yang ia namai "Lapak MBG (Maos Buku Gratis)" ini mulai beroperasi sejak 14 Agustus 2026. Sebelum menetap di Alun-Alun Moga yang kian ramai, Raihan lebih dulu menyasar Lapangan Desa Sima.

Berawal dari Buku Pribadi yang Menumpuk

Raihan mengaku gerakan ini lahir dari kebiasaannya mengoleksi buku. Seiring waktu, koleksinya kian menumpuk hingga muncul keinginan untuk berbagi dengan warga sekitar.

"Awalnya buku di rumah menumpuk karena saya memang suka membaca, terus kepikiran buat dibuka di sini aja," ujarnya, Jumat (4/9/2026).

Mengapa Raihan Mengangkat Buku ke Ruang Publik?

Dari pengamatannya selama ini, Raihan melihat minimnya ruang baca publik di Kecamatan Moga. Kondisi itu membuat anak-anak lebih akrab dengan gawai dibanding buku.

Dia pun mengajak pemuda setempat untuk bersama-sama meningkatkan minat literasi. Raihan menegaskan misinya mengajak anak-anak kampung mencintai buku dan mengisi otak mereka dengan pengetahuan.

"Saya ingin mengajak para pemuda, khususnya di Kecamatan Moga untuk bareng-bareng meningkatkan minat literasinya," tegasnya.

Lima Relawan Kini Menggerakkan Lapak MBG

Gerakan sederhana ini mulai mendapat sambutan hangat dari warga. Donasi buku mulai berdatangan, diikuti relawan yang ingin turut menggerakkan lapak baca tersebut.

"Awalnya dua orang, sekarang ada 5 orang yang menggerakkan Lapak MBG (Maos Buku Gratis) ini," tuturnya.

Raihan menambahkan, membaca buku tidak bisa dipahami sekali baca. Perlu pengulangan agar isi buku benar-benar meresap.

"Membaca buku tidak langsung sekali langsung paham. Bisa saja dua, tiga, sampai lima kali membaca, baru paham isi bukunya," imbuhnya.

Kolaborasi dengan Pemda Jadi Harapan Keberlanjutan

Ke depan, Raihan berharap gerakan literasi ini tidak berhenti di lapak sementara. Dia bercita-cita berkolaborasi dengan pemerintah setempat agar jangkauannya lebih luas dan berkelanjutan.

Langkah itu dinilai penting untuk memastikan ruang baca gratis bisa menjangkau lebih banyak anak di Kecamatan Moga dan sekitarnya.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: joglojateng.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top