Erupsi Anak Krakatau Batalkan 29 Penerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang, 3.420 Penumpang Terdampak Jelang MTQ Nasional

Penulis: Deni Kurniawan  •  Selasa, 08 September 2026 | 10:31:01 WIB
Suasana terminal Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang terlihat lengang setelah 29 penerbangan dibatalkan akibat erupsi Anak Krakatau.

SEMARANG — Gangguan operasional penerbangan akibat abu vulkanik Anak Krakatau memaksa 3.420 penumpang di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang mencari moda alternatif. Ratusan di antaranya merupakan peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional yang dijadwalkan tiba di Jawa Tengah dalam pekan ini.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Agung Pramono, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan perjalanan darat. Langkah ini disiapkan khusus untuk kafilah dari 10 provinsi yang rutenya bergantung pada Bandara Soekarno-Hatta, baik sebagai titik transit maupun bagian dari perjalanan menuju Semarang.

Kafilah dari 10 Provinsi Terancam Reschedule

Sepuluh provinsi yang perjalanannya berkaitan dengan bandara di Jakarta itu adalah Maluku Utara, Papua Tengah, Lampung, Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Bangka Belitung, Maluku, dan Aceh.

"Kalau nantinya (Bandara) Soekarno-Hatta memang belum beroperasi, berarti mereka harus melakukan reschedule atau perubahan jadwal maupun pengalihan moda transportasi. Tetapi untuk area transportasi darat, kami siap," kata Agung dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (7/9/2026).

Operasional Bandara Diperpanjang 24 Jam

Untuk mengantisipasi penerbangan tidak terjadwal maupun pengalihan rute dari bandara lain, operasional Bandara Ahmad Yani resmi diperpanjang menjadi 24 jam sejak Minggu (6/9) malam.

GM PT Angkasa Pura Semarang, Sulistyo Yulianto, memastikan kesiapan bandara menerima pengalihan penerbangan. "Bandara Semarang sampai dengan saat ini siap untuk mendukung kegiatan nasional di Jawa Tengah," ujarnya.

Apabila penerbangan melalui Jakarta belum memungkinkan, alternatif rute langsung menuju Semarang akan dikoordinasikan bersama pihak terkait.

Potensi Sebaran Abu ke Jateng Relatif Aman

Di tengah kekacauan jadwal penerbangan, pemantauan BMKG menunjukkan potensi sebaran abu vulkanik ke wilayah Jawa Tengah relatif aman. Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo, menyebut arah angin mayoritas bergerak ke barat berdasarkan data VAAC Darwin.

"Itu sebabnya secara relatif untuk Jawa Tengah potensinya aman dan hasil pemantauannya negatif," kata Yoga. Hasil paper test yang dilakukan pada 6 dan 7 September di sekitar Bandara Ahmad Yani, Tegal, Cilacap, dan Kertajati juga menunjukkan hasil negatif.

BPBD Imbau Warga Pakai Masker

Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursari Penanggungan, menyatakan hingga Senin belum ada laporan dampak erupsi yang signifikan mengganggu aktivitas masyarakat. Meski demikian, BPBD meminta pemerintah kabupaten/kota meningkatkan kewaspadaan dan menyampaikan imbauan memakai masker saat beraktivitas di luar rumah apabila terdapat debu atau asap.

Sementara itu, pengerjaan fisik lokasi MTQ Nasional terus dikebut. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen, menargetkan seluruh arena lomba dan pertunjukan pembukaan siap digunakan pada 10 September, sehari sebelum rangkaian MTQ Nasional XXXI dimulai.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: joss.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top