JAWA TENGAH — Tim Analis Phintraco Sekuritas menyebut laju IHSG hari ini kemungkinan besar terbatas. Level 6.700 yang sempat disentuh pada Rabu (9/9) menjadi resisten terdekat, sementara 6.600 berpotensi menjadi area support jika tekanan jual berlanjut.
"Secara teknikal, IHSG hari ini diprakirakan bergerak sideways pada kisaran 6.600-6.700," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Kamis (10/9/2026).
Harga minyak mentah Brent menembus level USD100 per barel seiring eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Bagi pasar saham Indonesia, lonjakan harga minyak punya efek ganda: positif untuk emiten energi, tapi negatif untuk sektor transportasi, petrokimia, dan konsumer yang menanggung biaya bahan baku lebih tinggi.
Investor asing cenderung menahan posisi di tengah ketidakpastian geopolitik. Aliran dana keluar dari saham berkapitalisasi besar biasanya jadi respons pertama ketika harga minyak melonjak, karena risiko inflasi impor ikut naik.
Di sisi domestik, ada sinyal positif dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Agustus yang naik ke level 118,5 dari 116,8 pada Juli. Ini kenaikan pertama setelah empat bulan terakhir.
"Kenaikannya ditopang oleh membaiknya penilaian konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini serta meningkatnya ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan," ujar Tim Phintraco.
Namun data penjualan ritel justru memberi gambaran berbeda. Penjualan ritel Indonesia diperkirakan turun 3,3 persen secara tahunan di Juli 2026, lebih dalam dibandingkan penurunan 3 persen pada Juni. Ini menunjukkan daya beli masyarakat masih tertekan meski ekspektasi membaik.
Satu sektor yang menonjol adalah otomotif. Penjualan mobil Agustus 2026 melonjak 32,4 persen secara tahunan menjadi 81.756 unit, level tertinggi dalam enam bulan terakhir.
"Penjualan mobil mencapai level tertinggi selama 6 bulan terakhir, sebanyak 81.756 unit," ucap Tim Phintraco.
Pendorong utamanya adalah pameran GIIAS 2026 yang berlangsung 29 Juli hingga 9 Agustus. Ajang otomotif tahunan itu menopang penjualan pada Juli dan Agustus, meski efeknya biasanya mereda pada bulan-bulan berikutnya.
Untuk sepeda motor, penjualan Agustus tumbuh 3,18 persen secara tahunan mencapai 596.461 unit. Pertumbuhannya melambat dibandingkan Juli yang masih tumbuh 8,3 persen.
Saham sektor energi dan komoditas berpeluang mencuri perhatian jika harga minyak bertahan di level tinggi. Sebaliknya, emiten konsumer dan transportasi rentan tertekan karena beban biaya operasional naik.
Pasar juga menanti apakah pemerintah akan menyesuaikan asumsi harga minyak dalam APBN jika ketegangan AS-Iran berlanjut. Setiap perubahan asumsi makro biasanya berdampak ke sektor subsidi dan energi. Investasi mengandung risiko.