Alex Rins Minta Maaf Usai Acungkan Jari Tengah ke Marshal MotoGP Mandalika

Penulis: Budi Santoso  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:06:31 WIB
Pembalap Spanyol Alex Rins menyampaikan permohonan maaf usai mengacungkan jari tengah kepada marshal di MotoGP Mandalika.

JAWA TENGAH — Alex Rins menyampaikan permohonan maaf terbuka setelah mengacungkan jari tengah kepada marshal di MotoGP Mandalika Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Insiden yang terjadi pada sesi practice Jumat (9/10) itu viral di media sosial dan langsung memicu sorotan publik.

Pembalap Spanyol itu terlibat ketegangan dengan petugas lintasan usai mengalami kecelakaan di akhir sesi practice. Rins hendak buru-buru kembali ke paddock karena waktu sesi tersisa dua menit. Ia lantas berniat menumpang sepeda motor marshal yang berada di pinggir lintasan.

Perdebatan soal Flying Marshal dan Moto Taxi

Perdebatan muncul di lokasi karena kendaraan petugas tersebut sejatinya berfungsi sebagai flying marshal, bukan moto taxi yang biasa mengantar pembalap kembali ke paddock. Perbedaan paham ditambah keterbatasan waktu membuat tensi Rins meninggi.

Ia akhirnya memilih turun dari kendaraan, mengacungkan jari tengah ke arah petugas, lalu pergi menumpang motor milik seorang fotografer. Aksi itu terekam dan menyebar cepat di media sosial.

Permintaan Maaf Rins: "Momen Penuh Ketegangan"

Usai kejadian tersebut meramaikan jagat maya, Rins langsung menyampaikan permintaan maaf. Ia mengunggah pernyataan resmi untuk meluruskan situasi yang terjadi di lapangan.

"Momen penuh ketegangan di tengah sesi latihan. Saya meminta maaf kepada marshal," tulis Alex Rins lewat kolom komentar unggahannya.

Rins mengakui adanya tekanan tinggi di tengah sesi balapan. Hal itu membuatnya bertindak impulsif.

Fokus Beralih ke Rangkaian Balapan Utama

Tindakan Rins menyampaikan permohonan maaf secara terbuka pun meredam polemik yang sempat memanas. Sang pembalap kini memilih memfokuskan pikiran menghadapi rangkaian balapan utama.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top