JAWA TENGAH — Menteri Perdagangan Budi Santoso menargetkan transaksi Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 menembus US$ 17,5 miliar atau sekitar Rp 313,25 triliun hingga 18 Oktober mendatang. Keyakinan itu muncul setelah hari pertama pameran mencatat penandatanganan MoU dagang senilai US$ 13,2 miliar dari berbagai negara.
Pameran dagang terbesar Indonesia itu berlangsung di ICE BSD, Tangerang, pada 14-18 Oktober 2026. Angka US$ 13,2 miliar yang dibukukan pada hari pertama disebut Budi baru berasal dari nota kesepahaman, belum termasuk transaksi lain yang belum dihitung penyelenggara.
Budi menyebut capaian hari pertama sebagai sinyal kuat bahwa target lima hari bakal terpenuhi. Ia membandingkan nilai MoU itu dengan total target transaksi yang dipatok pemerintah sepanjang penyelenggaraan TEI.
"Itu baru MoU. Jadi, di luar itu kita belum hitung. Memang target kita total transaksi selama 5 hari ini adalah US$ 17,5 miliar. Saya yakin pasti tercapai karena di hari pertama pun sudah dapat transaksi yang cukup bagus ya," ujar Budi dalam sambutan di sesi 'Go Global With AI', Kamis (15/10/2026).
Pemerintah menyiapkan pertemuan bisnis jauh sebelum pameran dibuka. Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara mempertemukan buyer global dengan produk unggulan Indonesia melalui program business matching.
Menurut Budi, proses itu memungkinkan calon pembeli mengenal produk secara daring sebelum akhirnya bertemu langsung di TEI. Teknologi, termasuk kecerdasan buatan, dipakai untuk membantu penjajakan awal tersebut.
"Nah, kemudian dia sudah kenal secara online, eh setelah itu mereka sepakat untuk kontrak dagang, dan di Trade Expo itu kalau kita bilang mereka kopi darat lah ya. Mereka bertemu tanda tangan gitu aja. Jadi terima kasih ini kan juga karena teknologi eh AI dan sebagainya," imbuh Budi.
Di sisi pelaku usaha kecil, pemerintah mengandalkan program Desa Bisa Ekspor yang dikolaborasikan dengan program Desa Sejahtera milik Astra. Sebanyak 10 MoU dengan total nilai Rp 69 miliar ditandatangani pada hari pertama, seluruhnya berasal dari pelaku UMKM.
"Tadi penandatanganan MoU, 10 MoU, nilai totalnya Rp 69 miliar. Itu UMKM semua loh," ujar Budi.
Nilai itu masih kecil dibanding total transaksi TEI yang didominasi korporasi besar. Namun, bagi pelaku UMKM, keikutsertaan dalam pameran ini menjadi pintu masuk ke jaringan buyer lintas negara yang biasanya sulit dijangkau tanpa perantara atase dagang.
Bagi eksportir dan UMKM yang belum menandatangani kontrak, sisa empat hari pameran masih membuka peluang penjajakan dengan buyer yang hadir langsung. Pemerintah menyebut sejumlah negara mitra dagang utama masih dalam proses negosiasi, meski rincian negaranya tidak disebutkan dalam sesi tersebut.
Realisasi target US$ 17,5 miliar akan menjadi indikator awal kinerja ekspor Indonesia pada kuartal IV 2026, terutama di tengah tekanan permintaan global dan fluktuasi kurs yang memengaruhi daya saing harga produk dalam negeri.