Pencarian

Ponpes Darul Amanah Sukorejo Kendal Juara Football Santri 2026 Usai Tekuk Walisongo Sragen 2-1

Jumat, 23 Oktober 2026 • 10:32:01 WIB
Ponpes Darul Amanah Sukorejo Kendal Juara Football Santri 2026 Usai Tekuk Walisongo Sragen 2-1
Pemain Ponpes Darul Amanah Sukorejo Kendal merayakan kemenangan atas Ponpes Walisongo Sragen pada final Football Santri 2026.

KENDAL — Trofi juara diserahkan langsung Wakil Gubernur Jawa Tengah KH Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin. Ponpes Walisongo Sragen harus puas di posisi kedua, sementara juara ketiga bersama diraih Ponpes Darul Ulum Batang dan Ponpes Syubbanul Wathon Magelang.

Turnamen digelar Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah. Laga final berlangsung Kamis 22 Oktober 2026 dan menutup seluruh rangkaian kompetisi yang baru pertama kali diadakan tersebut.

Gus Yasin Soroti Kerja Tim, Bukan Sekadar Skill Individu

Gus Yasin menilai kompetisi sepak bola santri menjadi wadah menggali potensi santri di bidang olahraga. Kemampuan individu pemain, menurutnya, perlu diimbangi sinergi antarpemain agar permainan solid.

"Yang paling menarik itu kerja tim. Satu tim benar-benar bisa kita lihat kekompakannya, lalu masing-masing sudah ada chemistry dan sinerginya. Ini yang paling utama sehingga perlu terus didorong," ujarnya.

Wagub berharap potensi pemain dari kalangan santri dipetakan dan dilaporkan berjenjang hingga tingkat provinsi. Hasil kompetisi bisa menjadi bahan pertimbangan pengembangan olahraga di Jawa Tengah.

Pesan agar RMI Tak Berhenti pada Kemeriahan Hari Santri

Gus Yasin mengingatkan kegiatan RMI mesti memberi manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya kemeriahan peringatan Hari Santri. Dia mencontohkan program pernikahan 62 pasangan yang disertai pemberian modal dan fasilitas bulan madu.

Program itu disebutnya menunjukkan pesantren dapat berkontribusi lebih luas, tidak hanya mengembangkan bakat santri tetapi juga memberdayakan masyarakat sekitar.

Kompetisi Sempat Vakum, Kini Dihidupkan Kembali

Ketua RMI PWNU Jawa Tengah KH Ahmad Fadlullah Turmudzi atau Gus Fadwad menyebut Football Santri 2026 sebagai langkah awal menghidupkan kembali kompetisi olahraga santri yang pernah jaya lalu lama vakum. Keikutsertaan 16 tim dari berbagai daerah menjadi modal awal pengembangan turnamen.

Dia berharap turnamen tidak berhenti sebagai kegiatan perdana, melainkan menjadi agenda rutin yang memberi ruang bagi santri berprestasi di bidang olahraga.

"Persiapan perlu dilakukan jauh-jauh hari agar penyelenggaraan berikutnya lebih matang. Perencanaan sejak awal diharapkan dapat memperlancar koordinasi dan pelaksanaan pertandingan," katanya.

Panitia Siapkan Turnamen Berikutnya Mulai Oktober

Ketua Panitia Penyelenggara Football Santri 2026, Gus Basyar Rohman, yang juga Pengasuh Ponpes Manbaul Hikmah Mororejo, Kaliwungu, Kendal, bersyukur turnamen berlangsung lancar. Dia berharap penyelenggaraan tahun ini menjadi awal kebangkitan kompetisi sepak bola santri di Jawa Tengah.

Persiapan turnamen berikutnya, kata dia, perlu dilakukan lebih terencana mulai Oktober dan dimatangkan pada November hingga Desember tahun ini.

"Keberlanjutan kompetisi ini penting untuk menjaga semangat para santri sekaligus membuka kesempatan bagi mereka mengembangkan kemampuan, kebersamaan, dan sportivitas," ujarnya.

Dengan penyelenggaraan berkelanjutan, Football Santri diharapkan menjadi ruang pembinaan santri untuk mengasah kemampuan sepak bola, membangun karakter, serta menjunjung sportivitas di luar kegiatan pendidikan pesantren.

Follow pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: puskapik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks